Tarjih Tropical Livestock Journal
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical
<p>Tarjih Tropical Livestock Journal adalah jurnal yang diterbitkan Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjai, diterbitkan 2 kali (edisi) setahun Juni dan Desember.</p> <p>Jurnal ini bertujuan untuk menerbitkan artikel hasil penelitian ilmiah sebagai bentuk penyebarluasan temuan-temuan dalam bidang peternakan yang berkualitas dan memiliki nilai kebaharuan sehingga dapat dimanfaatkan oleh para akademisi sebagai bahan referensi dan juga dapat dimanfaatkan oleh para praktisi.</p> <p> </p>Program Studi Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sinjaien-USTarjih Tropical Livestock Journal2798-3080Kualitas Fisik Daging Ayam Kampung Super dengan Pemberian Pakan yang Mengandung Tepung Kulit Pisang Goroho Fermentasi
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1088
<p>Penelitian ini dirancang untuk mengkaji kualitas fisik daging ayam kampung ketika diberikan pakan tambahan fermentasi kulit pisang Goroho. Desain eksperimental yang diterapkan dalam studi ini adalah rancangan acak lengkap. Penelitian ini menggunakan lima perlakuan yang dibedakan berdasarkan proporsi penambahan fermentasi kulit pisang Goroho, yaitu: P0 (0%), P1 95%), P2 (10%), P3 (15%), dan P4 (20%). Setiap perlakuan direplikasi sebanyak lima kali. Variabel yang ukur mencakup pH, susut masak, kapasitas pengikatan air, dan profil warna daging (L*, a*, b*). Temuan studi ini menunjukkan bahwa penggunaan fermentasi kulit pisang Goroho yang telah melalui proses fermentasi memberikan dampak yang signifikan terhadap nilai pH daging ayam. Terjadi peningkatan nilai pH dari 5,61 pada (P0) menjadi 6,29 pada perlakuan dengan konsentrasi tertinggi (P4). Parameter daya ikat air (kapasitas menahan air) dan susut masak tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan. Secara keseluruhan, kedua parameter tersebut relatif stabil dengan nilai berkisar antara 5 % hingga 20 %. Warna daging mengalami perubahan pada komponen kecerahan (L*), kemerahan (a*), dan kegelapan (b*); pada konsentrasi tinggi (15–20 %) terjadi penurunan kecerahan dan kegelapan, namun nilai‑nilai tersebut masih berada dalam rentang normal untuk daging ayam. Penggunaan tepung kulit pisang Goroho yang difermentasi pada tingkat 20 % mampu memperbaiki dan mempertahankan kualitas daging secara efektif.</p>Ramdan IsmailSrisukmawati ZainudinSri Suryaningsih Djunu
Copyright (c) 2026 Ramdan Ismail, Srisukmawati Zainudin, Sri Suryaningsih Djunu
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-062026-06-066111010.47030/trolija.v6i1.1088Morphometric Performance of Yearling Dorper × Local Sheep Crossbred Females Under Smallholder Farming Systems in Indonesia
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1092
<p>Morphometric measurements of crossbred sheep at one year of age play a crucial role in animal husbandry, particularly in evaluating performance, genetic selection, and enhancing livestock quality. Yearling age is a phase of active growth in sheep. This study aimed to describe the morphometric characteristics of yearling female crossbred sheep, a product of crossing Dorper rams with Thin-Tailed (DET) ewes. The research was conducted at Mitrarama88 Farm in Pandesari Village, Pujon Sub-district, Malang Regency. A total of 42 yearling crossbred female sheep were included in this study, selected through purposive sampling based on animal availability, confirmed health status, and reliable age identification. Animals were maintained under a smallholder management system and fed a combination of field grass and concentrate. The data obtained were analyzed using descriptive statistics, including mean, standard deviation, and coefficient of variation. The results showed that the mean ± standard deviation of body weight, body length, body height, chest girth, hip width, head length, and head width of the yearling crossbred female sheep were 28.89±4.10 kg, 60.67±5.37 cm, 53.93±4.87 cm, 69.34±5.94 cm, 17.82±3.17 cm, 14.70±1.44 cm, and 14.22±1.88 cm, respectively. The observed morphometric improvements are likely attributable to heterosis effects, although parental performance data were not available for direct comparison. These findings suggest that Dorper × DET crossbreeding programs hold significant potential for improving the growth performance of local sheep breeds and could serve as a foundation for more targeted genetic improvement programs.</p>Andri AndriGraciano Lucky ScovierAli MahmudAprilianna Putri Zahara Nafsina Luvita SariYuli Arif Tribudi
Copyright (c) 2026 Andri Andri, Graciano Lucky Scovier, Ali Mahmud, Aprilianna Putri Zahara Nafsina Luvita Sari, Yuli Arif Tribudi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-102026-06-1061111810.47030/trolija.v6i1.1092Analisis Kandungan Logam Berat pada Daging Sapi di Wilayah Pertambangan Nikel Kabupaten Kolaka, Indonesia
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1115
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi konsentrasi logam berat timbal (Pb), kadmium (Cd), dan nikel (Ni) pada daging sapi yang berasal dari wilayah pertambangan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Total 16 sampel daging sapi (masing-masing 500 g) diambil dari empat lokasi berbeda dengan empat ulangan, yaitu Desa Sopura, Desa Oko-oko, Desa Watubangga, dan Desa Toari. Kandungan logam berat dianalisis menggunakan metode <em>Inductively Coupled Plasma</em> (ICP) di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar dan Laboratorium Terpadu Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar Cd di seluruh lokasi masih berada di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI 7387:2009 dan Codex Alimentarius (0,05 mg/kg). Namun, konsentrasi Pb di Desa Sopura (3,44 mg/kg) dan Desa Oko-oko (1,51 mg/kg) ditemukan jauh melampaui ambang batas aman (0,1 mg/kg). Demikian pula dengan kadar Ni di Desa Oko-oko (1,61 mg/kg), Desa Sopura (0,99 mg/kg), dan Desa Toari (0,43 mg/kg) yang telah melewati batas acuan aman internasional sebesar 0,2 mg/kg. Temuan ini mengindikasikan adanya risiko akumulasi logam berat yang tinggi, sehingga daging sapi di wilayah terdampak pertambangan nikel tersebut dikategorikan tidak aman untuk dikonsumsi rutin dalam jangka panjang. Penelitian ini menyediakan data dasar mengenai keamanan pangan hewani serta menjadi acuan penting bagi perumusan kebijakan dan pengawasan kesehatan masyarakat veteriner di daerah lingkar tambang.</p>Raodatul JannahSitti Aisyah May WulandariAhmad DanilMohammad Ramasani
Copyright (c) 2026 Raodatul Jannah, Sitti Aisyah May Wulandari, Ahmad Danil, Mohammad Ramasani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-102026-06-1061192510.47030/trolija.v6i1.1115Optimalisasi Produktivitas Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) melalui Pemanfaatan Sekam Padi Bekas Broiler dan Pupuk Kandang Ayam Petelur
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1058
<p>Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana pengaruh antara sekam padi bekas ayam broiler dan pupuk kandang ayam petelur terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini. Penelitian ini menggunakan analisis statistik uji t yaitu sekam padi bekas ayam broiler sebanyak 3 kg dan pupuk kandang ayam petelur sebanyak 3 kg, terdiri dari 2 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menggunakan feses ayam petelur menghasilkan jumlah anakan sebesar 9,60 ± 2,40, jumlah daun sebanyak 52,20 ± 9,47 helai, tinggi tanaman sebesar 100,48 ± 4,53 cm, dan berat segar sebesar 385 ± 78,42 gram. Sementara itu, pada perlakuan menggunakan sekam padi bekas ayam broiler diperoleh jumlah anakan sebesar 7,40 ± 0,89, jumlah daun sebanyak 38,80 ± 6,22 helai, tinggi tanaman sebesar 95,52 ± 4,70 cm, dan berat segar sebesar 246 ± 65,32 gram. Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian feses ayam petelur memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan rumput gajah mini dibandingkan sekam padi bekas ayam broiler. Hasil ini menegaskan potensi feses ayam petelur sebagai pupuk organik yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas hijauan pakan.</p>Indriani IndrianiReski AmaliahArindah ArindahNursani Nursani
Copyright (c) 2026 Indriani Indriani, Reski Amaliah, Arindah Arindah, Nursani Nursani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-112026-06-1161263210.47030/trolija.v6i1.1058Performa Ayam Broiler dengan Pemberian Tepung Daun Jagung dan Tepung Rumput Laut yang Dipelihara pada Kandang Slat
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1089
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung daun jagung dan tepung rumput laut dalam ransum terhadap performa produksi ayam broiler. Studi dilaksanakan selama periode pemeliharaan 45 hari dengan menggunakan 96 ekor ayam broiler strain komersial berusia dua minggu. Rancangan percobaan yang diterapkan adalah rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang empat kali. Perlakuan yang diujikan meliputi P0 sebagai kontrol dengan ransum komersil, P1 dengan penambahan 10% tepung daun jagung, P2 dengan penambahan 10% tepung rumput laut, P3 dengan kombinasi 5% tepung daun jagung dan 15% rumput laut, P4 dengan kombinasi 10% masing-masing bahan, serta P5 dengan komposisi 15% tepung daun jagung dan 5% rumput laut. Parameter yang dievaluasi meliputi konsumsi ransum, peningkatan bobot badan, dan efisiensi penggunaan ransum. Analisis data dilakukan menggunakan analisis varians (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan nyata antar perlakuan, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk menentukan urutan ranking perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P<0,05) pada variabel konsumsi ransum dan peningkatan bobot badan ayam broiler. Perlakuan P3 menghasilkan nilai tertinggi pada konsumsi ransum dan peningkatan berat badan. Disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun jagung 5% dan rumput laut 15% dalam formulasi ransum mampu meningkatkan kualitas produksi ayam broiler yang dipelihara pada sistem kandang slat.</p>Cindrawati GueNibras K LayaSyukri I GubaliFathan SuparminFahria Datau
Copyright (c) 2026 Cindrawati Gue, Nibras K. Laya, Syukri I. Gubali, Fathan Suparmin, Fahria Datau
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-202026-06-2061334010.47030/trolija.v6i1.1089Analisis Struktur Populasi dan Natural Increase Sapi Potong di Desa Sumber Rejeki Kabupaten Kolaka
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1113
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai struktur populasi dan pertumbuhan alami (<em>natural increase</em>) sapi potong di Desa Sumber Rejeki Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka. Data penelitian diperoleh dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Variabel penelitian ini adalah jumlah populasi sapi potong bedasarkan struktur umur yaitu sapi dewasa berdasarkan jenis kelamin, ternak sapi muda berdasarkan jenis kelamin, anak sapi berdasarkan jenis kelamin, angka pengeluaran ternak (jumlah ternak mati dan dipotong) dan angka pemasukan ternak (jumlah ternak lahir, dibeli dan bantuan/warisan) dan <em>natural increase </em>(NI). Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Jumlah ternak sapi potong di Desa Sumber Rejeki adalah 229 ekor yang terdiri dari 13 ekor jantan dewasa (5,67%) dan 103 ekor betina dewasa (44,97%), 22 ekor jantan muda (9,60%) dan 27 ekor betina muda (11,79%) sedangkan sapi kategori anak jantan 21 ekor (9,17%) dan 43 ekor betina (18,78%). Tingginya persentase ternak betina dewasa karena pemeliharaan ternak betina dewasa digunakan sebagai induk untuk menghasilkan anak, ternak jantan dewasa hanya digunakan sebagai pejantan sedangkan pemeliharaan ternak muda dilakukan dengan tujuan pembesaran untuk dijual pada usia dewasa, (2) nilai NI sapi potong di Desa Sumber Rejeki yaitu 17,05% terhadap populasi dan 38,26% terhadap betina dewasa, namun demikian terjadi penjualan sapi yang cukup besar setiap tahunnya, sehingga pertumbuhan populasi sangat kurang.</p>Irwansyah IrwansyahMuh. Obi KasminSuparman SuparmanNasrullah NasrullahJunaedi Junaedi
Copyright (c) 2026 Irwansyah Irwansyah, Muh. Obi Kasmin, Suparman Suparman, Nasrullah Nasrullah, Junaedi Junaedi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-212026-06-2161415010.47030/trolija.v6i1.1113Characteristics of Qualitative Traits Color Patterns for Pure Bali Cattle and Brahman-Bali Cross
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1114
<p>The study was to examine the pattern of color distribution in pure cattle and cows from crosses between Brahman males and Bali breeds as a marker that can be an important criterion in livestock selection programs. This study used 50 pure Bali cattle and 50 crossbreed cows (Brahman-Bali Cross). The parameters observed were the cow's color pattern on the morphology of the head (face, eye iris, edge of the upper lip, muzzle, ear rims, inner ear, and horn), color pattern of body (backline, middle, lower abdomen, butt and tail end), and color pattern of leg and tight (nail, inner tight and leg). Data were analyzed descriptively, frequency, and displayed in percentage form. The characteristic color pattern of pure Bali cattle of 40% brick red face, 26% pale brown and 34% are black, the crossbreeding white 48%, brick red 22% and brownish red 30%. Pure Bali cattle have 100% black color on the iris, ear edge, muzzle, ear edge, and horns, the crossbreeding 74% black irises and 26% reddish irises. The foot morphology of the hoofs of pure cattle and crossbreeds was 100% black, while the inner thighs of both types were 100% white. The legs of pure cattle are brownish white 46% and white 54%, while the crossbreeds have 68% white and 32% reddish white. Body, head, and leg color patterns show clear genetic variation between purebred Bali cattle and their crossbred counterparts. These differences in color percentage can serve as practical visual markers for livestock selection and management.</p>Junaedi JunaediKhaeruddin KhaeruddinMuhammad AminRosidi AzisAulia FirmawatiLa Ode Muhammad Aswad Salam
Copyright (c) 2026 Junaedi Junaedi, Khaeruddin Khaeruddin, Muhammad Amin, Rosidi Azis, Aulia Firmawati, La Ode Muhammad Aswad Salam
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-222026-06-2261516010.47030/trolija.v6i1.1114Pengaruh Feses Sapi dan Ayam terhadap Pertumbuhan Tanaman Indigofera zollingeriana
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1037
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan <em>Indifogera zollingeriana </em>yang diberi perlakuan pupuk limbah feses sapi dan feses ayam. Penelitian ini menggunakan 15 bibit <em>Indigofera zollingeriana</em> umur 2 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 5 ulangan terdiri dari: P0 = media tanah, abu, dan sekam, P1 = feses sapi, tanah, abu dan sekam, P2 = feses ayam, tanah, abu dan sekam. Parameter yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tangkai dan jumlah daun pada waktu perlakuan 0, 14, 28, 42 dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian feses sapi dan ayam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tangkai dan jumlah daun. Pada umur 56 hari setelah tanam diperoleh data tinggi tanaman 81-93 cm, diameter batang 7,54-8,2 cm, jumlah tangkai 42-46, dan jumlah daun 161-307 helai. Penggunaan feses sapi cenderung memberikan respon pertumbuhan yang lebih baik karena feses sapi menyediakan nutrisi esensial yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal.</p>A Angga RenaldyMaryam MaryamHerni Herni
Copyright (c) 2026 A Angga Renaldy, Maryam maryam, Herni Herni
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-232026-06-2361616910.47030/trolija.v6i1.1037Viabilitas dan Fragmentasi DNA Spermatozoa pada Semen Beku Ayam Kampung Menggunakan Pengencer Ringer Laktat Kuning Telur yang Ditambahkan Glisin dan Fruktosa
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1145
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan glisin dan fruktosa pada ringer laktat kuning telur terhadap viabilitas dan fragmentasi DNA spermatozoa beku ayam kampung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan: P0 (ringer laktat + kuning telur), P1 (ringer laktat + kuning telur + glisin 60 mM), P2 (ringer laktat + kuning telur + fruktosa 80 mM), dan P3 (ringer laktat + kuning telur + glisin 60 mM + fruktosa 80 mM), masing-masing dengan 6 ulangan. Semen diekuilibrasi 2 jam pada suhu 5 °C, prefreezing dengan ketinggian 3 cm pada uap nitrogen selama 10 menit, penyimpanan 24 jam dan thawing pada suhu 37 °C selama 30 detik. Evaluasi dilakukan terhadap viabilitas spermatozoa menggunakan pewarnaan eosin nigrosin serta integritas DNA dengan pewarnaan toluidine <em>blue</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh (P<0,05) terhadap viabilitas <em>post thawing</em> namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap fragmentasi DNA <em>post thawing</em>. Penambahan glisin mampu mempertahankan viabilitas spermatozoa selama pembekuan, sedangkan penambahan fruktosa tidak memberikan pengaruh. Viabilitas spermatozoa <em>post thawing</em> dapat dipertahankan hingga 46.57-77,12%, sedangkan kerusakan DNA yang terjadi setelah pembekuan mengalami peningkatan sebesar 6,51-9,61% Penggunaan glisin 60 mM memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan viabilitas spermatozoa ayam kampung selama pembekuan.</p>Agi Jefani EfendiKhaeruddin KhaeruddinBahri SyamsuryadiHermawansyah HermawansyahJunaedi Junaedi
Copyright (c) 2026 Agi Jefani Efendi, Khaeruddin Khaeruddin, Bahri Syamsuryadi, Hermawansyah Hermawansyah, Junaedi Junaedi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-272026-06-2761708010.47030/trolija.v6i1.1145Tampilan Nonkarkas Ayam Broiler yang Diberi Ransum dengan Penambahan Tepung Ikan Tembang (Sardinella fimbriata)
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1146
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung ikan tembang (<em>Sardinella fimbriata</em>) dalam ransum terhadap tampilan nonkarkas ayam broiler. Sebanyak 60 ekor ayam broiler strain CP 707 yang dipelihara selama 36 hari dan dibagi ke dalam dua perlakuan, yaitu pakan komersil BR2 (P0) dan pakan formulasi dengan penambahan tepung ikan tembang sebagai protein hewani (P1). Parameter yang diamati meliputi bobot dan persentase komponen nonkarkas yang terdiri atas bagian organ eksternal, organ internal, dan organ limfoid. Data dianalisis menggunakan uji <em>independent sample t-test</em> menggunakan aplikasi SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada bobot nonkarkas bagian kepala dan leher antara perlakuan P0 dan P1 (P<0,05), sedangkan sebagian besar bobot komponen nonkarkas lainnya tidak menunjukkan perbedaan yang nyata antara perlakuan P0 dan P1 (P>0,05). Persentase nonkarkas bagian ileum, kolon, tembolok, timus, dan <em>bursa Fabrisius </em>menunjukkan perbedaan yang nyata antara perlakuan P0 dan P1 (P<0,05). Pakan formulasi berbasis ikan tembang memengaruhi beberapa organ pencernaan dan limfoid tanpa memengaruhi sebagian besar komponen nonkarkas ayam broiler.</p>Christ Adrian Na’u Here RadjaMuh AkramullahI Putu Juli Sukariada
Copyright (c) 2026 Muh Akramullah, Christ Adrian Na’u Here Radja, I Putu Juli Sukariada
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-272026-06-2761818910.47030/trolija.v6i1.1146Pengaruh Pemberian Fitobiotik Terhadap Bobot Relatif Organ Hati dan Ginjal Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB 2)
https://jurnal-umsi.ac.id/index.php/tropical/article/view/1075
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fitobiotik (<em>feed additive</em>) terhadap bobot relatif organ hati dan ginjal ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB 2). Penelitian ini menggunakan 80 ekor ayam kampung KUB 2 umur 1 bulan. Komposisi ransum terdiri dari atas jagung, dedak, dan konsentrat (pakan komersil), kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah, lengkuas, sereh, dan temulawak sebagai fitobiotik yang diberikan selama 90 hari pemeliharaan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuannya yaitu P0 (pakan komersil yang terdiri dari jagung, dedak dan konsentrat), P1 (pakan komersil + 0,25 gram fitobiotik), P2 (pakan komersil + 0,50 gram fitobiotik), dan P3 (pakan komersil + 0,75 gram fitobiotik). Hasil penelitian menunjuhkan bahwa pemberian fitobiotik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot relatiforgan hati dan ginjal ayam KUB 2, dengan bobot relatif hati rata-rata 1,75-2 %, dan bobot relatif ginjal rata-rata 0,41-0,5 %.</p>Wendi WardanaHerni HerniYulia Irwina Bonewati
Copyright (c) 2026 Wendi Wardana, Herni Herni, Yulia Irwina Bonewati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-302026-06-3061909510.47030/trolija.v6i1.1075