Potensi Mikroba Antagonis Bacillus cereus dan Trichoderma sp. Terhadap Patogen Penting Tanaman Jagung
Main Article Content
Abstract
Salah satu masalah dalam peningkatan produksi jagung di Indonesia adalah penyakit penting tanaman jagung diantaranya penyakit hawar daun dan penyakit busuk. Pengendalian penyakit tanaman jagung umumnya masih menggunakan pestisida. Namun, penggunaan pestisida yang kurang bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun makhluk hidup. Salah satu pengendalian ramah lingkungan penyakit tanaman yaitu pemanfaatan mikroba antagonis Bacillus cereus dan Trichodema sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroba antagonis B. cereus dan Trichoderma sp. dalam menghambat pertumbuhan B. maydis dan R. solani pada tanaman jagung secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk metode biakan ganda dengan perbandingan 1 : 1 secara in vitro dalam satu cawan konfrontasi atau modifikasi co-culture method. S3 S = isolat B. maydis ditumbuhkan bersama B. cereus, S4 S = isolat B. maydis ditumbuhkan bersama Trichoderma sp., S1 S = isolat R. solani ditumbuhkan bersama B. cereus, S2 S = isolat R. solani ditumbuhkan bersama Trichoderma sp., Kontrol = isolat B. maydis dan R. solani ditumbuhkan tanpa mikroba antagonis, masing-masing diulang sebanyak 5 kali. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba antagonis B. cereus dan Trichoderma sp. berpotensi menghambat pertumbuhan dan perkembangan B. maydis dan R. solani. Persentase penghambatan terhadap B. maydis pada hari ke-7 setelah inokulasi isolat S3 S (B. cereus dan B. maydis) memiliki daya hambat sebesar 68.42% dan isolat S4 S (Trichoderma sp. dan B. maydis) memiliki daya hambat 63.33%. Sementara persentase penghambatan terhadap R. solani isolat S1 S (B. cereus dan R. solani) memiliki daya hambat sebesar 55. 55% dan isolat S2 S (Trichoderma sp. dan R. solani) memiliki daya hambat 71. 11%.