Morfologi dan Biologi Hama Leptocorisa acuta pada Tanaman Padi

Isi Artikel Utama

Dian Ekawati Sari
Rahmawati Arma
Muh Erik Kurniawan

Abstrak

Salah satu hama yang dapat menjadi kendala dalam produksi padi dan berpotensi menurunkan produksi yaitu Leptocorisa acuta. L. acuta menyerang tanaman dengan mengisap bulir buah padi pada fase matang susu sehingga bulir tersebut hampa. Serangan yang tinggi dapat menurunkan produksi. Tindakan pengendalian L. acuta  pada saat ini bergantung pada pestisida sintetik. Informasi dari beberapa petani yang telah ditemui di lapangan mengatakan bahwa pengendalian L. acuta  menggunakan pestisida sintetik dan penyemprotan dilakukan sesering mungkin untuk menghindari serangan. Penggunaan pestisida sintetik di tingkat petani pada umumnya berlebihan dan tidak tepat sasaran bahkan petani cenderung menambah dosis anjuran yang telah ditentukan. Aplikasi pestisida kimia yang demikian dalam dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan organisme sekitar. Salah satu penyebab terjadinya aplikasi pestisida kimia karena kurangnya pengetahuan petani dalam hal  morfologi dan biologi hama L. acuta . Selain itu, informasi tentang kehidupan hama tersebut mulai kurang dan pada umumnya beberapa orang hanya berpatokan pada data yang sudah lama sedangkan kehidupan hama setiap generasi akan mengalami perubahan dikarenakan oleh aplikasi pengendalian yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini untuk memperkenalkan kehidupan L. acuta  dari segi morfologi dan biologinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L. acuta pada umumnya memiliki warna tubuh hijau muda pada fase muda dan pada fase dewasa berwarna hijau kecoklatan. Perbedaan antar instra pada fase nimfa terletak pada warna tubuh, ukuran tubuh dan ada tidaknya bakal sayap. Siklus hidup L. acuta  dimulai dari telur yang berlangsung selama 6-7 hari, nimfa 17-25 hari dan imago sekitar 47-71 hari.  

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Sari, D. E., Arma, R. ., & Kurniawan, M. E. (2022). Morfologi dan Biologi Hama Leptocorisa acuta pada Tanaman Padi. Tarjih Agriculture System Journal, 2(2), 135–139. Diambil dari https://jurnal-umsi.ac.id/agriculture/article/view/454
Bagian
Articles