Evaluasi dan Strategi Keberhasilan Program Readsi Bagi Petani Kakao di Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara

Main Article Content

Joko Purnomo
Akmal Akmal
Naima Haruna
Ahfandi Ahmad

Abstract

Program READSI (Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative) pada petani kakao di Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan adopsi teknologi budidaya. Hasil evaluasi menggunakan model CIPP menunjukkan kinerja program berada pada kategori “baik”, dengan kontribusi signifikan terhadap produktivitas dan partisipasi petani, meskipun aspek monitoring dan pelibatan pemangku kepentingan masih perlu diperkuat. Analisis SWOT melalui IFAS dan EFAS menempatkan posisi program pada kuadran I (agresif), sehingga strategi pertumbuhan dinilai paling sesuai. Strategi S–O dimanfaatkan untuk memperkuat kelembagaan dan memperluas pasar, strategi S–T dan W–O diarahkan untuk menghadapi tantangan eksternal dan mengatasi kelemahan internal, sedangkan strategi W–T difokuskan sebagai antisipasi jangka panjang. Rekomendasi mencakup prioritisasi strategi S–O dalam perencanaan pembangunan pertanian daerah, fasilitasi regenerasi petani muda berbasis teknologi digital dan pelatihan kewirausahaan, penguatan kelembagaan tani, serta kolaborasi multipihak guna mendorong inovasi dan keberlanjutan agribisnis kakao.

Article Details

How to Cite
Purnomo, J., Akmal, A., Haruna, N., & Ahmad, A. (2025). Evaluasi dan Strategi Keberhasilan Program Readsi Bagi Petani Kakao di Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara . Tarjih : Agribusiness Development Journal, 5(2), 260–272. https://doi.org/10.47030/tadj.v5i2.999
Section
Articles

References

A.T. Mosher. 1991. Menggerakkan dan Membangun Pertanian Syarat-Syarat Pelancar Pembangunan Pertanian

Abdullah, T. 2010. Budidaya Kakao. http://budidaya-id.blogspot.com/2013/04/

Abdurrachman dan Ferianda. 2015. Analisis tingkat kepuasan petani terhadap benih Academy of Marketing Science

Agrios, G.N. 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Edisi Ketiga. Terjemahan M. Busnia. Alternative Approaches to Imporlance-Performance Analysis,Journal of Analysis. The Journal of Marketting, 41(1), pp. 77-79.

Alhafis, M.L., and Purwanti, D. (2021). Home Beef Cattle Farming Business in Indonesia: Is It Efficient? National Seminar on Official Statistics.

Arifin, B., & Kurniawati, D. (2022). Akses Pembiayaan Petani Kakao di Indonesia Timur. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 6(1), 50-59.

Arifin, Bambang Syamsul. 2015. Psikologi Sosial. Bandung: CV Pustaka Setia.

Arifin, M. 2015. Analisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja pelayanan Penyuluh Petrtanian Journal. Jurnal Komperensi Nasional Coklat I (1). 66-75

Arifin, Miftakhul. 2015. Analisis Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian, Journal

Asmara, W., & La Ode, A. (2020). Dampak Infrastruktur Terhadap Pemasaran Hasil Pertanian di Sulawesi Tenggara. Jurnal Agribisnis Terpadu, 13(2), 102-110.

Bahua MI. 2016. Kinerja Penyuluh Pertanian.Yogyakarta:Deepublish. Berkat Dan Revi Sunaryati. 2015. “Analisis Kepuasan Petani Terhadap Kegiatan Bogor. Sub Balai Penelitian Jember.

Ban, AW Van Den. dan HS. Hawkins. 1999. Penyuluhan Pertanian. Kanisius.Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Crompton J.L and Duray,1985.An Investigation of the Relative Eticiency or Four Institut,Inc,Arizona

Damayanti, R. (2022). Evaluasi Program Pemberdayaan Petani Berbasis CIPP. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 10(2), 134–142.

Departemen Pertanian (2009). Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian. Modul Pembekalan Bagi THL-TB Penyuluh Pertanian 2009. Departemen Pertanian Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Jakarta.

Departemen Pertanian. 2006. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006. Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Jakarta.

Everett M. Rogers. 1983. Diffusion of Innovations. London: The Free Press.

Fahmi, Z.I. 2011. Penggunaan Benih Kakao Bermutu dan Teknik Budidaya Fakultas Pertanian USU. Medan. Hal: 377.

Fauzan, A. Lahmuddin, L. dan Pinem, M.I. 2012. Keparahan Penyakit Busuk Buah Kakao (Phytophthora Palmivora Butl.) pada Beberapa PerkebunanKakao Rakyat yang Berbeda Naungan di Kabupaten Langkat. Skripsi

Hariyanto, Rochdjatun, dan Djauhari, S. 1987. Inventarisasi Penyakit-Penyakit Indonesia. Perhimpunan Fitopatologi Indonesia. Surabaya.

Hartoyo, D. 2011. Budidaya Kakao (Theobroma cacao). I. Yogyakarta). J. Agrica Ekstensia. 9 (1) : 40-49.

Heddy, S. 1990. Budidaya Tanaman Coklat. Angkasa. Bandung. 126 hal. http://htysite.co.tv/budidaya %20kakao.htm. [25 September 2013]

Irawan, Retno. 2019. Eksplorasi dan Karakterisasi Morfologi Tanamn Kakao Rakyat di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya. Skripsi, Universitas Andalas.

Kotler, P., & Amstrong, G. 2014. Marketing Management. Terjemahan oleh Bob Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial Mada Press. Yogyakarta.

Kurniawan, A., Mulyadi, A., & Ridwan, R. (2020). Hubungan Perawatan Tanaman dengan Produktivitas Kakao. Jurnal Penelitian Kakao Indonesia, 15(1), 75-83.

Lestari, I. (2021). Partisipasi Petani dalam Program Peningkatan Kapasitas. Jurnal Penyuluhan Pertanian, 16(1), 55–63.

Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. LPP UNS dan UNS Press,

Ningsih, S. (2022). Analisis Kebutuhan Petani dalam Program Penyuluhan. Agrisocionomics, 6(2), 78–85.

Rahayu, T., & Mulyani, A. (2023). Evaluasi Program Pemberdayaan Berbasis CIPP Model: Studi Kasus di Sektor Kakao. Jurnal Ilmu Sosial dan Pertanian, 12(1), 101–110.

Sari, N. M., & Wijayanti, D. (2023). Pengaruh Kualitas Input terhadap Keberhasilan Program Pertanian. Jurnal Agribisnis dan Inovasi, 7(3), 190–198.

Sugiyono, P. D. (2017). Metode penelitian Kombinasi: (Mixed Methpds). Penerbit CV. Alfabeta: Bandung, 225, 87.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (M.Dr. Ir. )

Sukamto, E. 2008. Pengendalian Penyakit. dalam Panduan Lengkap Kakao, Kemeterian Pertanian Jakarta

Surabaya. Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan Surakarta.

Syamsul bahri. 2006. Bercocok Tanam Tanaman Perkebunan Tahunan. Gadja Terjemahan dari : Communication of innovation Across Cultural approach New Tjasadiharja. 2000. Beberapa Proses Fisiologi Utama Penemu Coklat. Kumpulan UGM-Press, Yogyakarta.

Wahyuni, S. (2021). Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Kemampuan Inovasi Petani. Jurnal Pendidikan dan Pertanian, 9(3), 120-128.

Wijanarko, Bambang. 2006. Kemungkinan Penerapan CO-Management Dalam

Winarni, Endang Setyo dan Sri Harmini. (2011). Matematika Untuk PGSD. Yogyakarta.

Yusran, M., Hakim, R., & Supriadi, A. (2021). Adopsi Teknologi Budidaya Kakao di Sulawesi Tenggara. Jurnal Teknologi Pertanian Tropis, 5(2), 44-52.