Pengaruh Lama Pembekuan terhadap Sifat Fisik Daging Kuda Lokal
Main Article Content
Abstract
Penelitian mengenai daging kuda lokal masih terbatas khususnya terhadap kualitas fisik daging kuda setelah pembekuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama pembekuan terhadap kualitas fisik daging kuda, yakni pada parameter daya ikat air, susut masak, daya putus daging, dan pH. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan lama pembekuan daging kuda dalam penelitian ini yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Data diolah dengan Analysis of Variance (ANOVA) one way, apabila hasil yang diperoleh signifikan, maka dilakukan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata antara daya putus daging pada daging yang dibekukan hingga hari ke-21 dibandingkan dengan daging yang dibekukan 28 hari. Persentase daya ikat air tidak berbeda nyata antar perlakuan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pH pada lama pembekuan 21 hari dan lama pembekuan 28 hari. Persentase susut masak kuda menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan pembekuan daging. Lama pembekuan daging kuda yang ideal untuk mempertahankan keempukan atau daya putus daging yang terbaik dan kestabilan sifat fisik lain seperti daya ikat air, susut masak, dan pH adalah selama 21 hari. Pembekuan yang lebih lama yakni 28 hari cenderung menghasilkan daging yang lebih alot dengan pH yang lebih tinggi. Penelitian lanjutan mengenai pengaruh suhu pembekuan dan metode thawing atau pencairan kembali daging kuda yang telah dibekukan dapat dilakukan guna mendukung penelitian yang sudah dilakukan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Agung, M., Fitrianingsih, A., & Hafid, H. (2021). pH, daya ikat air dan susut masak daging sapi setelah diberi jus kulit nanas (Ananas comosus L. Merr). Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo, 3(1), 12–18.
Al Ghani, Y. A., Puspitarini, O. R., & Retnaningtyas, I. D. (2022). Pengaruh metode thawing dan lama thawing terhadap nilai ph dan susut masak daging beku bebek hibrida. Jurnal Dinamika Rekasatwa, 5(3), 310–320.
Aroeira, C. N., Torres Filho, R. A., Fontes, P. R., Gomide, L. A. M., Ramos, A. L. S., Ladeira, M. M., & Ramos, E. M. (2016). Freezing, thawing and aging effects on beef tenderness from Bos indicus and Bos taurus cattle. Meat Science, 116, 118–125.
Astuti, N. (2012). The effect of different frozen storage time on the chemical quality of beef. Jurnal AgriSains, 3(4), 13–19.
Dang, D. S., Bastarrachea, L. J., Martini, S., & Matarneh, S. K. (2021). Crystallization behavior and quality of frozen meat. Foods, 10(11).
Ernawati, F., Imanningsih, N., Nurjanah, N., Sahara, E., Sundari, D., Arifin, A. Y., & Prihatini, M. (2018). Nilai pH dan kualitas zat gizi makro daging beku, dingin, dan segar pada pasar tradisional dan pasar swalayan. Penelitian Gizi dan Makanan, 41(1), 21–30.
Harsita, P. A., Herlina, H., & Najah, S. (2024). Daya ikat air, keempukan, kadar abu, dan susut masak naget ayam KUB dengan penambahan tepung daun kelor. Jurnal Peternakan, 21(2), 224–237.
Hotabilatdur, W. L., Supriana, T., & Salmiah, S. (2013). Beberapa Faktor yang Mempengaruhi permintaan daging kuda (Kasus: Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan). Journal of Agriculture and Agribusiness Socioeconomics, 2(4), 1-10.
Im, C., Song, S., Cheng, H., Park, J., & Kim, G. D. (2024). Assessing individual muscle characteristics to enhance frozen-thawed meat quality. Food Science of Animal Resources, 44(4), 758–778.
Lakehal, S., Bennoune, O., & Ayachi, A. (2021). Investigation of the physico-chemical and microstructure changes of beef meat during frozen storage at -23°C. Meat Technology, 62(2), 121–129.
Leygonie, C., Britz, T. J., & Hoffman, L. C. (2012). Impact of freezing and thawing on the quality of meat: Review. Meat Science, 91(2), 93–98.
Moniaga, C. A., Sriyani, L. P., & Sumardani, N. L. G. (2023). Kualitas fisik daging sapi bali segar, dingin, beku. Jurnal Peternakan Tropika, 11(2), 386–396.
Nursamsi, N., Siregar, A. R., & Munir, A. R. (2022). Analysis of household consumer preferences based on horse meat attributes in determining purchases at traditional markets in Jeneponto Regency. Hasanuddin Journal of Animal Science, 4(1), 7–19.
Pramudya, D. Y., Ulfah, T., Akhdiat, T., Adiputra, R., & Hariadi, H. (2024). Imbangan enzim papain dengan nitrit terhadap kualitas fisik (keempukan, warna dan ph) daging kuda. Jurnal Triton, 15(1), 131–139.
Rehman, S. U., Seo, J. K., Romanyk, M., Shin, D. J., & Kim, Y. H. B. (2024). Impacts of stepwise aging/freezing process and repeated freezing on meat quality, physicochemical and biochemical properties, and sensory attributes of beef loins. Meat and Muscle Biology, 8(1).
Sihite, I., Kadarsih, S., & Dwatmadji, D. (2018). Faktor yang mempengaruhi konsumsi daging kuda pada rumah tangga di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 13(3), 303–309.
Suryati, T., Arief, I., & Polii, B. (2008). Korelasi dan kategori keempukan daging berdasarkan hasil pengujian menggunakan alat dan panelis. Animal Production, 10, 188–193.
Vera, N., Haris, M. I., & Wibowo, A. (2021). Efek pencairan daging dengan berbagai metode thawing terhadap karakteristik kualitas daging sapi beku. Jurnal Peternakan, 4(1), 6–21.
Zahro, S. F., Fitrah, K. A., Prakoso, S. A. ., & Purnamasari, L. (2021). Pengaruh pelayuan terhadap daya simpan dan keempukan daging. Jurnal Peternakan Indonesia, 23(3), 235.