Motilitas dan Recovery Rate Spermatozoa Ayam Kampung dengan berbagai Waktu Pre-freezing
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu prefreezing terhadap motilitas dan recovery rate (RR) spermatozoa ayam kampung. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan yaitu tanpa pre-freezing, lama pre-freezing 5 menit, lama pre-freezing 10 menit, lama pre-freezing 15 menit, lama pre-freezing 20 menit. Semen yang telah dikoleksi dari ayam kampung selanjutnya diencerkan dan dikemas ke dalam straw. Straw diekuilibrasi selama 2 jam kemudian ditempatkan di atas permukaan nitrogen cair dengan jarak 4 cm (pre-freezing) dengan waktu sesuai perlakuan. Setelah pre-freezing dimasukkan ke dalam container selama 24 jam kemudian thawing pada suhu 37° C untuk diperiksa motilitas dan recovery rate (RR) spermatozoanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa waktu pre-freezing mempunyai pengaruh yang sangat nyata terhadap motilitas dan RR spermatozoa. Berdasarkan penelitian ini, waktu yang terbaik untuk proses pre-freezing pada spermatozoa ayam kampung yaitu 20 menit.
Article Details
References
Aedah, S., Djoefrie, M.H.B., & Suprayitno, G. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing industri unggas ayam kampung (studi kasus PT Dwi dan Rachmat Farm, Bogor). Manajemen IKM, 11(2), 173-182.
Amin, M.R., Toelihere, M. R., Yusuf, T.L., & Situmorang, P. (1999). Pengaruh plasma semen sapi terhadap kualitas semen beku kerbau lumpur (Bubalus bubalis). Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 4(3), 143-147.
Badaruddin, R.J., Hafoloan, T., & Yuanta. (2013). Analisis fenotip genetik ayam kampung tolaki pada masa pertumbuhan. Jurnal Peternakan UGM, 37 (2), 79-86.
Bearden, H.J., Fuquay, J.W., & Willard ST. (2004). Applied animal reproduction. 6th ed. New Jersey: Pearson Prenctice Hall.
Feradis. (2010). Bioteknologi reproduksi pada ternak. Bandung: Alfabeta.
Fulton, J.E. (2006). Avian genetic stock preservation: An industry perspective. Poult Sci, 85, 227-231.
Garner, D.L.E., & Hafez, S.E. (2000). Spermatozoa and seminal plasma. In: Reproduction in farm animals. 7th Ed B Hafez/ESE Hafez USA: Lippincott Williams & Wilkins.
Khaeruddin. (2020). Pembekuan spermatozoa ayam kampung dengan suplementasi bovine serum albumin dan putih telur dalam pengencer ringer laktat kuning telur. Ternak Tropika, 21(2), 111-222.
Khaeruddin, Junaedi, & Hastuti. (2020). Cryopreservation of Indonesian native chicken semen by using dimethyl sulfoxide and various level of ethylene glycol as cryoprotectants. Biodiversitas, 21 (12), 5718-5722.
Khaeruddin, & Kurniawan, M.E. (2020). Keberhasilan pembekuan semen ayam yang diencerkan dengan glukosa, trehalosa, sukrosa dan laktosa. Jurnal Veteriner, 21(3), 476-484.
Khairuddin, Kurniawan, M.E., & Soman. (2019). Cryopreservation of Kampung rooster semen using egg yolk diluent from four types of poultry with different concentrations. Jurnal Kedokteran Hewan, 13(3), 60-65.
Malik, A. (2018). Penambahan madu pada pengencer skim milk-egg yolk terhadap motilitas spermatozoa pasca thawing pada ayam kampung. Prosiding seminar nasional kebangkitan peternakan III. 38-42.
Partodihardjo. (1992). Ilmu reproduksi hewan. Jakarta: Mutiara Sumber Widya.
Pratiwi, R.I., Suharyatib, S., & Hartono, M. (2014). Analisis kualitas semen beku sapi simmental menggunakan pengencer andromed dengan variasi waktu prefreezing. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(3), 8-15.
Purwasih, R., Ondho, S.Y., & Sutopo. (2013). Efektivitas prefreezing semen sapi jawa sebagai parameter keberhasilan processing semen beku. Animal Agriculture Journa, 2(1), 44-50.
Salamon, S. (1971). Fertility of ram spermatozoa following pellet freezing on dry ice at -79 0 C and -140 0 C. Aust. J. Biol.Sci, 24, 183-185.