Keragaman Fenotipe Bentuk-Bentuk Tubuh Sapi Hasil Persilangan Pejantan Brahman dengan Indukan Bali

Main Article Content

Susril Dedi Effendi
Junaedi Junaedi
Suparman Suparman
Khaeruddin Khaeruddin

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman fenotipe bentuk-bentuk tubuh sapi hasil persilangan pejantan brahman dengan indukan sapi bali. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Watubangga, Toari dan Tanggetada, kabupaten Kolaka menggunakan sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali sebanyak 100 sampel. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Parameter yang diamati berupa sifat kualitatif meliputi; garis punggung gelambir, punuk, bentuk tanduk, dan bentuk telinga. Data sifat kualitatif ditabulasi dan dihitung frekuensi fenotipnya. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki garis punggung sebanyak 13 % dan didominasi oleh sapi keturunan tidak memiliki garis punggung (87%). Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki gelambir sebanyak 67% dan tidak bergelambir sebanyak 33%. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali didominasi oleh fenotipe yang tidak berpunuk (78%) dibanding sapi hasil silangan berpunuk (22%). Bentuk tanduk sapi hasil pesilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali terdapat lima variasi, frekuensi fenotip sapi bertanduk sebanyak 91%, tidak bertanduk 9%. Sapi hasil persilangan pejantan Brahman dengan indukan Bali memiliki bentuk telinga tegak sebanyak 32% dan telinga tidak tegak 68%.

Article Details

How to Cite
Effendi, S. D., Junaedi, J., Suparman, S., & Khaeruddin, K. (2021). Keragaman Fenotipe Bentuk-Bentuk Tubuh Sapi Hasil Persilangan Pejantan Brahman dengan Indukan Bali . Tarjih Tropical Livestock Journal, 1(2), 37–42. https://doi.org/10.47030/trolija.v1i2.254
Section
Articles

References

Agusriadi, Kurnia, D., & Anwar, P. (2019). Identifikasi fenotip pola warna dan pola bentuk tanduk sapi kuantan sebagai penciri plasma nutfah lokal Riau. Journal of Animal Center. 1(2), 46 -55.

Bradley, D.G., & Cunningham, E.P. (1999). Genetics Aspects of Domestication. In: Fries, R. And Ruvinsky, A., editor.The genetics of Cattle. New York : CABI Publishing.

[Dirjend PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. (2016). Pedoman pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus SIWAB 2017). Jakarta: Kementerian Pertanian.

Dhita, N.T., Hamdani, M.D.I., & Adhianto, K. (2017). Karakteristik kualitatif dan kuantitatif sapi peranakan ongol dan sapi simpo jantan pada gigi seri berganti 2 di Kecamatan Terbanggi besar Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan. 1(2), 28-32.

Handiwirawan, E. (2003). Penggunaan Mikrosatelit HEL9 dan INRA035 sebagai Penciri Khas Sapi Bali. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Indrijani, A., Johar, Dudi, Wendry, S.P., Romi, Z., & Hilmia. (2012). Kajian Identifikasi Sapi Lokal Jawa Barat dalam Mendukung Swasembada daging sapi. Laporan Penelitian. Bandung: Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat.

Johari, S., Sutopo, & Santi, A. (2009). Frekuensi Fenotipik Sifat-Sifat Kualitatif Ayam Kedu Dewasa. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan. Hal. 606-616.

Pane, I. (1990). Pemuliabiakan Ternak Sapi. Jakarta: PT Gramedia Utama.

Ris, A., Suatha, I.K., & Batan, I.W. (2012). Keragaman Silak Tanduk Sapi Bali Jantan dan Betina. Buletin Veteriner Udayana. 4(2): 87-93.

Sudrajad, P., Subiharta, & Adinata, Y. (2013). Karakter fenotipik sapi betina peranakan ongole Kebumen. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner: Inovasi Teknologi Peternakan dan Veteriner Berbasis Sumber Daya Lokal yang Adaptif dan Mitigatif terhadap Perubahan Iklim. Medan, 3-5 September 2013. Hal. 98-106.

Susilawati, T. (2011). Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan dengan Kualitas dan Deposisi Semen yang Berbeda pada Sapi Peranakan Ongole. Jurnal Ternak Tropika. 12 (02), 15- 24