Pengaruh Suplementasi Tepung Batang Brotowali (Tinospora crispa L) dalam Ransum terhadap Kualitas Fisik Daging Broiler pada Penyimpanan Suhu Dingin
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung batang brotowali (Tinospora crispa L) dalam ransum terhadap kualitas fisik daging broiler pada penyimpanan suhu dingin. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian adalah level tepung botowali 0%, 0.5% , 1% dan 1.5%. Parameter yang diamati adalah kualitas fisik daging yang meliputi pH, susut masak, dan daya ikat air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung batang brotowali dengan level yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada kualitas fisik daging broiler selama penyimpanan suhu dingin.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Komariah, Rahayu, S., & Sarjito. (2009). Sifat fisik daging sapi, kerbau, dan domba pada lama postmortem yang berbeda. Buletin Peternakan. 33(3),183-189.
Kouba, M. (2003). Quality of organic animal products. Lives Prod. Sci., 80, 33-40.
Kisseh, C., Soarest, A.L., Rossa, A., & Shimokomaki, M. (2009). Functional properties of PSE (pale, soft, exudative) broiler meat in the production of mortadella. Brazilian archives of Biology and Technology an International Journal. 52, 213-217.
Mullen, A.M., Stapleton, P.C., Corcoran, D., Hamill, R.M. & White, A. (2006). Understanding meat quality through the application of genomic and proteomic approaches. Meat Sci. 74, 3-16.
Nur, K., & Sari, A. (2020). Nilai susut masak daging ayam broiler yang diberi pakan herbal berupa kunyit. Musamus Journal of Livestock Science. 3(2), 7-11.
Ockerman, H. W. (1983). Chemistry of Meat Tissue. 10 Ed. Ohio : Department of Animal Science The Ohio State University and The Ohio Agriculture Reseach and Development Centre.
Sami, A.S., Augustini, C., & Schwarz, F.J. (2004). Effects of feeding intensity and time on feed on performance, carcass characteristics and meat quality of Simmental bulls. Meat Sci. 67:195-201.
Sams, A. R. (2001). Poultry Meat Processing. Washington, DC: CRC Press.
Situmorang, E., N. (2008). Pengawetan Daging Ayam (Gallus gallus domesticus) dengan Larutan Pendingin. Skripsi. Sumatra Utara: Universitas Sumatra Utara.
Soeparno. (2005). Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan Ke-4. Yogyakart: Gadjah Mada University Press.
Soeparno. (2009). Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press. Yogyakart: Gadjah Mada University Press.
Supomo, E., Syamsul, S., & Ventyrina, I. (2016). Pemanfaatan ekstrak herbal terhadap produktifitas dan mutu ayam pedaging sebagai upaya ketahanan pangan di Kalimantan timur berbasis peternakan ramah lingkungan. Jurnal Ilmiah Manuntung. 2 (1), 93 – 98.
Suradi, K. (2006). Perubahan sifat fisik daging ayam broiler post mortem selama penyimpanan temperatur ruang. Jurnal Ilmu Ternak. 6(1), 23 – 27.
Suradi, K. (2012). Pengaruh lama penyimpanan pada suhu ruang terhadap perubahan nilai pH, TVB dan total bakteri daging kerbau. Jurnal Ilmu Ternak. 12(2), 9-12.
Taklim, D., Rosyidi, D., & Achmanu. (2013). Pengaruh penggunaan pokem (Setaria italica sp.) sebagai subtitusi jagung dalam pakan terhadap kualitas fisik daging bagian dada ayam pedaging. https://fapet.ub.ac.id/wp-content/uploads/2014/01/Pengaruh-Penggunaan-Pokem-Setaria-italica-sp.-Sebagai-Substitusi-Jagung-Dalam-Pakan-Terhadap-Kualitas-Fisik-Daging-Bagian-Dada-Ayam-Pedaging..pdf
Tamalluddin, F. (2015). Ayam broiler 22 Hari Panen lebih Untung. Jakarta: Penebar Swadaya.