Uji Kualitas Fisik dan Nilai pH Silase Pakan Komplit Berbahan Dasar Jerami Jagung (Zea Mays) dengan Penambahan Azolla (Azolla pinnata) sebagai PakanTernak Ruminansia
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan nilai pH silase pakan komplit berbahan dasar jerami jagung (Zea mays) dengan penambahan Azolla (Azolla pinnata) sebagai pakan ternak ruminansia. Menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. S1 (jerami jagung 50% + azolla 30% + pakan tambahan 20%), S2 (jerami jagung 50% + azolla 25% + pakan tambahan 25%), S3 (jerami jagung 50% + azolla 20% + pakan tambahan 30%) dan S4 (jerami jagung 50% + azolla 15% + pakan tambahan 35%). Hasil Sidik ragam menunjukkan bahwa silase pakan komplit berbahan dasar jerami jagung dengan penambahan azolla sebagai pakan ternak ruminansia tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap warna, jamur, aroma dan tekstur (kualitas fisik) dan pH. Disimpulkan bahwa penambahan azolla (Azolla pinnata) pada level yang berbeda terhadap silase pakan komplit berbahan berbahan dasar jerami jagung (Zea mays) tidak berpengaruh terhadap pH dan kualitas fisik silase. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan S1 dengan penambahan azolla sebanyak 25%.
This study aims to determine the physical quality and pH value of complete feed silage made from corn straw (Zea mays) with the addition of azolla (Azolla pinnata) as ruminant feed. Using a completely randomized design (CRD) method with four treatments and three replications. S1 (corn straw 50% + azolla 30% + additional feed 20%), S2 (corn straw 50% + azolla 25% + supplementary feed 25%), S3 (corn straw 50% + azolla 20% + supplementary feed 30%), and S4 (Corn Straw 50% + Azolla 15% + Additional Feed 35%). The results of the variance test showed that complete feed silage made from corn straw with the addition of azolla as ruminant feed had no significant effect (P>0.05) on color, mold, scent and texture (physical quality) and pH. It was concluded that the addition of azolla (Azolla pinnata) at different levels to complete feed silage made from corn straw (Zea mays) did not affect the pH and physical quality of silage. The best treatment in S1 with the addition of azolla as much as 25%
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Aglazziyah, H., Ayuningsih, B., & Khairani, L. (2020). Pengaruh penggunaan dedak fermentasi terhadap kualitas fisik dan pH silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Jurnal Nutrisi Tropis dan Ilmu Pakan, 2(3), 156-166.
Arifin, Z. (1996). Azolla Pembudidayaan dan Pemanfaatan pada Tanaman Padi. Jakarta: Penebar Swadaya.
Direktorat Pakan Ternak. (2012). Silase. Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Donkin, S. S., Doane, P. H., & Cecava, M. J. (2013). Expanding the role of crop residues and biofuel co-products as ruminant feedstuffs. Animal Frontiers, 3(2), 54–60.
Fransiskus, P. (2019). Pengaruh Penambahan Tepung Jagung Dengan Level yang Berbeda Terhadap Kualitas Fisik Silase Jerami Jagung (Zea mays L.). Naskah Publikasi.Yogyakarta: Universitas Mercu Buana.
Gonzalez, J., Farıa-M´armol, J., Rodrıguez, C.A., & Mart´ınez, A. (2007). Effects of ensiling on ruminal degradability and intestinal digestibility of Italian rye-grass Anim. Feed Sci. Technol, 136, 38–50.
Hanafi, N. D. (2004). Perlakuan Silase dan Amoniasi Daun Kelapa Sawit Sebagai Bahan Baku Pakan Domba. Digital Library USU. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Kung, L., & Nylon, J. (2001). Management Guidelines During Harvest And storage Of Silage. Proceedings of Tri State Dairy Con;Fort Wayne, 17-18 April 2001. Indiana: Fort Wayne. Hlm 1-10.
Kurniawan, D., Erwanto, E., & Fathul, F. (2015). Pengaruh penambahan berbagai starter pada pembuatan silase terhadap kualitas fisik dan pH silase ransum berbasis limbah pertanian. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(4), 191-195.
Macualay, A. (2004). Evaluating Silase Quality. http:/ /www1.agric.gou.ab.ca/
Ogunade, I. M., Martinez-Tuppia, C., Queiroz, O.C.M., Jiang, Y., Drouin, P., Wu, F., Vyas, D., & Adesogan, A.T. (2018). Silage preview: Mycotoxin in silage: Occurrence, effects, prevention, and mitigation. J. Dairy. Sci., 101, 4034-4059.
Rai, R. B., Dhama, K., Damodaran, T., Ali, H., Rai S., Singh, B., & Bhatt, P. (2012). Evaluation of Azolla (Azolla pinnata) as a poultry feed and its role in poverty alleviation among landless people in northern plains of India. Vet. Pract., 13 (2), 250-254.
Rochdianto, A. (2008). Budidaya Pakan Alami Untuk Ikan. Jakarta: Penebar Swadaya.
Salim, R., Irwan, B., Amirudin, A., Hendrawan, H., & Nakatari, M. (2002). Pengawetan Hijauan Pakan Ternak (Silase). Bandung: Sonisugena Pressindo.
Saun R.J.V. & Heinrichs A.J. (2008). Troubleshooting silage problems: How to identify potential problem. Proceddings of the Mid-Atlantic Conference; Pennsylvania, 26-26 May 2008. Penn State’s Collage. Hlm 2-10.
Soekanto, L., Subur, P., Soegoro, M., Ristianto, U., Muridan, M., Soedjadi, S Soewondo, S., Toha, R.M., Soediyo, S. Purwo, M., Sahari, M. & Astuti, A. (1980). Laporan Proyek Konservasi Hijauan Makanan Ternak Jawa Tengah. Direktorat Bina Produksi, Direktorat Bidang Peternakan. Yogyakarta: Departemen Pertanian dan Fakultas Universitas Gajah Mada.
Suyatno., Yani, A., Zailzar, L., & Sujono. (2011). Peningkatan kualitas dan ketersediaan pakan untuk mengatasi kesulitan di musim kemarau pada kelompok peternak sapi perah. Jurnal Dedikasi, 8, 16-28.
Trisnadewi, A.A.A.S., Cakra, I.G.L.O., & Suarna, I.W. (2017). Kandungan nutrisi silase jerami jagung melalui fermentasi pollard dan molases. Majalah Ilmiah Peternakan, 20(2), 55-59.
Yanuartono, Indarjulianto, S., Nururrozi, A., Raharjo, S., & Purnamaningsih, H. (2020). Metode peningkatan nilai nutrisi jerami jagung sebagai pakan ternak ruminansia. Ternak Tropika, 21(1), 23-28.