PERENCANAAN PENGEMBANGAN DESA EKOWISATA BERKELANJUTAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL (STUDY KASUS DESA TONGKE – TONGKE)
Main Article Content
Abstract
Ekowisata merupakan bentuk berkelanjutan dari pariwisata berbasis alam, dengan dimensi sosial dan budayanya. Potensi sektor dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di tingkat lokal, desa wisata berbasis kearifan lokal merupakah salah satu upaya untuk mensinergikan antara pemerintah desa dan warga masyarakatnya untuk peduli dan berpartisipasi dalam mengelola sumberdaya wisata. Tujuan penelitian ini adalah menggali setiap potensi dan merencanakan ekowisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Penguatan metode dengan pendekatan deskriptif kualitatif dalam menginterpretasikan perspektif subjek, penguatan observasi, literatur review dan interpretasi analisis potensi. Perencanaan pengembangan desa ekowisata yang berbasis kearifan lokal diharapkan dapat meminimalisir hambatan pengembangan wisata dengan tetap mempertahankan dan menjunjung tinggi budaya lokal, sehingga memiliki penciri sesuai dengan keasliannya. Pendalamannya mengambil locus kawasan wisata Desa Tongke-Tongke, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen penting dalam perencanaan pengembangan ekowisata berbasis kearifan lokal adalah sumber daya dari pemerintah, tokoh masyarakat, kemudian partisipasi dan keterbukaan masyarakat yang sadar akan pentingnya pengetahuan untuk perencanaan pengembangan ekowisata berkelanjutan.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Abidin, Z., Leksono, A. S., Yanuwiadi, B., & Purnomo, M. 2019. The Model of Organic Paddy Farming Practices by Revitalization the Values of Local Wisdom in Malang Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 239(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/239/1/012040
Akram, A. M., Leksono, A. S., Afandhi, A., Yunus, M., & Risman, R. 2018. The Analysis of Ecotourism Eligibility in the North Coast of Makassar. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 6 (2), 85–92. https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2018.006.02.03
Andari, R., & Setiyorini, H. P. D. 2016. Green tourism role in creating sustainable urban tourism. South East Asia Journal of Contemporary Business, Economics and Law, 11(2), 18–26. http://seajbel.com/wp-content/uploads/2017/01/BUS-128.pdf
Ariyani, N., & Fauzi, A. (2019). Analysis of Strategic Variables for Ecotourism Development, an Application of Micmac. South Asian Journal of Social Studies and Economics, 3(3), 1–12. https://doi.org/10.9734/sajsse/2019/v3i330107
Astara, I. W. W., Suwitra, I. M., Mardika, I. M., & Wesna, P. A. S. (2019). Legal Politics on Tourism Village of Petang Sub-District in Badung-Bali District. ICOSS 2018, September 21-22, Denpasar, Indonesia. https://doi.org/10.4108/eai.21-9-2018.2281192
Aung, M. 2018. IJRTBT. 2 (July), 92–98.
Bakaruddin, B., Usnimar, U., Zulkifli, Z., & Aimon, H. (2018). The Economic Development Model in Supporting The Economy of Pariaman Regional Area. 57(Piceeba), 418–425. https://doi.org/10.2991/piceeba-18.2018.24
Barasa, D. W. 2001. Indigenous Knowledge Systems and Sustainable Development in Africa : Case Study on Kenya.
Calderon, K. D. A., & Nguyen, H. D. 2017. Sustainable Dynamics: A framework for creative collaborations for sustainable development in Bali, Indonesia. JPAIR Multidisciplinary Research, 28 (1), 1–58. https://doi.org/10.7719/jpair.v28i1.500
Dolgin, R. R. (2008). Beach Fales : Sustainable Eco-Tourism and Cultural Preservation in Samoa. 1–38.
Ekawati, D., & Arifin, Y. 2016. Strategy of Agro Potential Management as an Effort in Achieveing Agroecotourism in Ciburial Village. Trikonomika, 15(1), 14. https://doi.org/10.23969/trikonomika.v15i1.391
Fandeli, C. dan Mukhlison. 2000. Pengusahaan Ekowisata.UGM.Yogyakarta.
Indika, D., & Vonika, N. .2016). Rural Tourism Development using Ecotourism as a Model of Community Empowerment in Cireundeu Indigenous Village, Cimahi, West Java. 148–154. https://doi.org/10.2991/imm-16.2016.23
Insani, N., Wirahayu, Y. A., Arif, D. A., & Sabilau, O. G. .2019). FEASIBILITY STUDY , CARRYING CAPACITY AND ECOTOURISM ACTIVITIES IN THE BLEKOK VILLAGE MANGROVE AREA OF SITUBONDO REGENCY. 3(2), 175–181.
Kemlu.go.id.2012, 08 Juni) World Tourism Organization (UN-WTO) . Diakses pada 02 Maret 2020, dari https://kemlu.go.id/portal/id/read/135/halaman_list_lainnya/world-tourism-organization-un-wto.
Khattab, M., & Haggar, S. El. .2015). A Novel Approach Towards a Sustainable Ecotourism Community. Int. J. of Sustainable Water & Environmental Systems, 7(1), 9–19. https://doi.org/10.5383/swes.7.01.002
Kompas.com . 2015, 04 September). Ekowisata, Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. Diakses pada 05 Maret 2020, dari https://www.kompasiana.com/fathialmirhea/55e938198d7a61e41800fc49/ ekowisata-pariwisata-berbasis-kearifan-lokal
Luchman, H., Kim, J. E., & Hong, S. K. .2009). Cultural landscape and ecotourism in Bali Island, Indonesia. Journal of Ecology and Field Biology, 32(1), 1–8. https://doi.org/10.5141/jefb.2009.32.1.001
Magi, L. M., & Nzama, T. A. .2010). The Management of the Isimangaliso Wetland Park for Sustainable Ecotourism Development : Perceptions and Participation. 3(1), 1–14.
Mohd Nor, N. A., & Kayat, K. .2010). The Challenges of Community-Based Homestay Programme in Malaysia. Nor. In Regional Conference on Tourism Research (RCTR 2010).
Okbar, I. M. W. .2019). MAPPING OF BATUAN TOURISM AREA , GIANYAR BALI. 2(3), 359–367.
Peraturan menteri dalam negeri Nomor 33 tahun 2009 Tentang Pedoman pengembangan ekowisata di daerah
Pookhao, N. (2014). Community-Based Ecotourism: The Transformation of Local Community. SHS Web of Conferences, 12, 01033. https://doi.org/10.1051/shsconf/20141201033
Sidoarjo, U. M., Fitria, I., & Sidoarjo, U. M. (2016). Society Reception on the Marine Ecotourism in Minneapolitan Region of Society Reception on the Marine Ecotourism in Minneapolitan Region of Sidoarjo District. 03(April), 433–439.
Siswanto, A., & Moeljadi, M. (2015). Eco-Tourism Development Strategy Baluran National Park in the Regency of Situbondo, East Java, Indonesia. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 4(4), 185. https://doi.org/10.11591/ijere.v4i4.4510
SK Bupati. 2017. Keputusan Bupati Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 376 Tahun 2017 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Sinjai.
Sopa, M. 2018. “Local Wisdom in the Cultural Symbol of Indonesian Traditional House.” KnE Social Sciences 3(4): 524. https:// knepublishing.com/index.php/Kne-Social/article/view/1962 ( Maret 28, 2020).
Wikipedia.org (2019, 09 Juni). Ekowisata. Diakses pada 05 Maret 2020, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Ekowisata
Ardana I.K. dkk. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi pertama, cetakan pertama, Penerbit : Graha Ilmu, Yogyakarta.
Fahmi I. (2013). Manajemen Kinerja. Penerbit : Alfabeta. Bandung
Jogiyanto H.M. & Abdillah W. (2015). Partial Least Aquare (PLS) Alternatif Structural Equation Modeling (SEM) Dalam Penelitian Bisnis, Penerbit : BPFE-Yogyakarta
Marwansyah. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi kedua. Penerbit : Alfabeta, Bandung
Martoyo S. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia, edisi kelima, cetakan ketiga, Penerbit : BPFE, Yogyakarta
Moekijat. (2010). Manajemen Sumber Daya Mansusia, cetakan kesembilan, Penerbit : Mandar Maju Bandung
Nawawi H. (2015). Perencanaan Sumber Daya Manusia, Untuk Organisasi Profit Yang Kompetitif, cetakan keernam, Penerbit : Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Rivai V. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan, Edisi kedua, cetakan kedua, Penerbit : Raja Garfindo Persada, Jakarta
Sinambela L. (2012). Kinerja Pegawai: Teori, Pengukuran dan Implikasi. Penernbit : Graha Ilmu, Yogyakarta
Sutrisno E. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. edisi pertama, cetakan keenam, Penerbit : Kencana Prenada Media Group, Yogyakarta.