Analisis Performa Penetasan dan Sifat Tingkah Laku Mengeram pada Ayam Kampung

Main Article Content

Yusuf Yusuf
Junaedi Junaedi
Suparman Suparman
Khaeruddin Khaeruddin

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa penetasan dan karakteristik tingkah laku mengeram pada ayam Kampung. Materi penelitian ini adalah ayam Kampung induk sebanyak 5 ekor, dan telur yang akan ditetasi sebanyak 11 butir per indukan. Parameter penelitian ini adalah berat badan induk, berat telur tetas, daya tunas, daya tetas, penyusutan telur, berat DOC, jumlah dan lama turun saat mengeram, suhu pengeraman dan reaksi ayam ketika didekati. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh berat badan induk ayam yang mengeram 979.6-1350 g, berat telur tetas 41.9-47.4 g, daya tunas 81.63%, daya tetas 91.06%, penyusutan telur 11.97%, berat DOC 35.35 g, jumlah dan lama turun saat mengeram masing-masing 6.6 kali dan 42.06 menit, suhu pengeraman 37.97-38.19 °C dan reaksi ayam yang mengeram ketika didekati adalah selalu menyerang.

Article Details

How to Cite
Yusuf, Y., Junaedi, J., Suparman, S., & Khaeruddin, K. (2023). Analisis Performa Penetasan dan Sifat Tingkah Laku Mengeram pada Ayam Kampung. Tarjih Tropical Livestock Journal, 3(2), 53–60. https://doi.org/10.47030/trolija.v3i2.498
Section
Articles

References

Adnan, M. (2010). Pengaruh lama penyimpanan telur ayam buras terhadap fertilitas, daya tetas telur dan berat tetas. Jurnal Agrisistem, 6(2), 1858-4330.

Ahyodi, F., Nova, K., & Kurtini, T. (2014). Pengaruh bobot telur terhadap fertilitas, susut tetas, daya tetas, dan bobot tetas telur kalkun. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 2(1), 19-25.

Elizabeth, R., & Rusdiana, S. (2012). Perbaikan manajemen usaha ayam Kampung sebagai salah satu sumber pendapatan keluarga petani di pedesaan. Workshop Nasional Unggas Lokal. Puslitbang Peternakan. Hal. 93-101.

Fadilah, R., Polana, A., Alamdan, S., & Parwanto, E. (2007). Sukses Baternak Ayam Pedaging. Cetakan Pertama. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Fattah, A.H., Syamsuriyadi, B., Armayanti, A. K., Junaedi, J., Khaeruddin, K., Hermawansyah, H., & Faridah, R. (2023). Comparison of egg weight, fertility, hatchability, and doc weight of four Indonesian local chicken. AIP Conference Proceedings, 2510 (1), AIP Publishing.

Hastuti, H., Junaedi, J., & Sholikin, A. (2021). The success rate of artificial insemination in the crossesbred of male Bangkok chickens and Pelung Hens. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science), 31(3), 211-218.

Helendra, H., Imanidar, I., & Sumarmin, R. (2011). Fertilitas dan daya tetas telur ayam kampung (Gallus domestica) dari kota Padang. Eksakta, 1(1), 29-37.

Husnaeni, H., Junaedi, J., & Ningsi, W. (2019). The Effect of fermentation feed combination with commercial feed on growth of super native chicken. Chalaza Journal of Animal Husbandry, 4(2), 54-58.

Junaedi, J., & Husnaeni, H. (2019). Hubungan hatching egg terhadap egg weight loss dan berat DOC hasil persilangan pejantan Sentul dengan induk ayam indukan. Musamus Journal of Livestock Science, 2(1), 1-7.

Junaedi, J., & Hastuti, H. (2021). Karakteristik penetasan hasil persilangan ayam Tolaki dan ayam Pelung. Ternak Tropika Journal of Tropical Animal Production, 22(1), 52-62.

Junaedi, J., & Khaeruddin, K. (2018). Review the productivity of Kampung chicken with Bangkok chicken on extensive system maintenance. Chalaza Journal of Animal Husbandry, 3(1), 1-4.

Junaedi, J., & Nurcholis, N. (2018). Kaji banding fertilitas dan periode fertil ayam Bangkok dengan ayam Pelung. Musamus Journal of Livestock Science, 1(1), 10-16.

Lomboan, A., Tangkere, E. S., & Putra, M. C. S. (2022). Fertilitas, daya tetas dan bobot tetas telur ayam kampung unggul Balitbangtan (KUB) yang diinseminasi buatan (IB) dengan volume semen berbeda. Zootec, 42(2).

Lestari, E., Ismoyowati, I., & Sukardi, S. (1994). Korelasi antara bobot telur dengan bobot tetas dan perbedaan susut bobot pada telur entok (Cairrina moschata) dan itik (Anas plathyrhincos) Jurnal Ilmiah Peternakan, 1(1), 163-169.

Lourens, A., Meijerhof, R., Kemp, B., & van den Brand, H. (2011). Energy partitioning during incubation and consequencesfor embryo temperature: A theoretical approach. Poultry Science, 90, 1257-1266.

Mufti, M. (2005). Tingkah Laku Mengeram dan Pengendaliannya Guna Meningkatkan Produsi Telur Ayam Kampung. Disertasi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Murtidjo, B.A. (1992). Mengelola Ayam Buras. Yogyakarta: Kanisus.

Napirah, A., & Has, H. (2017). Pengaruh lama penyimpanan terhadap fertilitas dan daya tetas telur ayam kampung persilangan. Prosiding Seminar Nasional Riset Kuantitatif Terapan, 1(1), 167-170.

Nasruddin, N., & Arif, Z. (2014). Analisis perubahan temperatur dan kelembapan relatif pada inkubator penetas telur yang menggunakan fan dan tidak menggunakan fan. Jurnal Ilmiah Jurutera, 1(1), 31-35.

Neonnub, J., Adriani, L., & Setiawan, I. (2019). Pengaruh Level Suhu Mesin Tetas Terhadap Daya Tetas dan Bobot Tetas Telur Puyuh Padjadjaran. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran, 19(2), 85-89.

Nurdiyah, D., & Muwakhid, I.A. (2016). Perbandingan support vector machine dan K-Nearest Neighbor untuk klasifikasi telur fertil dan infertil berdasarkan analisis texture GLCM. Jurnal Transformatika, 13(2), 29-34.

Pinau, R. (2012). Umur dan Bobot Telur terhadap Persentase Daya Tetas Telur Ayam Arab. Jurnal Sainstek, 6(5), 1-11.

Prasetyo, L.H., & Susanti, T. 2000. Persilangan timbal balik antara itik Alabio dan Mojosari periode awal bertelur. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner, 5(4), 210-213.

Rajab, A. (2013). Hubungan bobot telur dengan fertilitas, daya tetas dan bobot anak ayam Kampung. Jurnal Agrinimal, 3(2), 56-60.

Ratnawaty, S., Haui, D. K., Nuliki, J., & Handiwirawan, E. (2006). Perbaikan manajemen pemeliharaan dalam menunjang pengembangan ayam buras lokal di Nusa Tenggara Timur. Lokakarya Nasional Inovasi Teknologi Pengembangan Ayam Lokal. Hal, 228-236.

Sadid, S. I. (2016). Fertilitas, daya tetas, dan bobot tetas ayam lokal Jimmy’s Farm Cipanas kabupaten Cianjur Jawa Barat. Students e-Journal, 5(4).

Sodak, J. F. (2011). Karakteristik Fisik dan Kimia Telur Ayam Arab pada Dua Peternakan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Romanov, M.N., Talbot, R.T., Wilson, P.W., & Sharp, P.J. (2002). Genetic control of incubation behavior in the domestic hen. Poultry Science, 81(7), 928-931.

Septiawan, R. 2007. Respon Produktivitas dan Reproduktivitas Ayam Kampung dengan Umur Induk yang Berbeda. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Van der Pol, C. W., van Roovert-Reijrink, I. A. M., Maatjens, C. M., Van den Anker, I., Kemp, B., & Van den Brand, H. (2014). Effect of eggshell temperature throughout incubation on broiler hatchling leg bone development. Poultry Science, 93(11), 2878-2883.

Visschedijk, A.H.J. (1991). Physic and physiology of incubation. British Poultry Science, 23, 3-20.

Wahju, J. (2004). Ilmu Nutrisi Unggas. Edisi ke-4. Yogyakarta: Gadjah MadaUniversity Press.

Winarno, F.G., & Koswara, S. (2002). Telur : Komposisi, Penanganan, dan Pengolahannya. Bogor: M-Brio Press.

Zainuddin, Z. (2016). Respon pertumbuhan ayam kampung super terhadap pakan yang mengandung dedak padi terfermentasi dengan fermentor berbeda. Skripsi. Kendari: Universitas Halu Oleo.