Respon Fisiologis Berbagai Bangsa Sapi Potong di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone

Main Article Content

Hermawansyah Hermawansyah
Syamsidar Syamsidar
Abdul Hakim Fattah
Khaeruddin Khaeruddin
Rika Nurfiana
Rachmat Budianto

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi potong terhadap respon fisiologis di 3 desa Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Sapi yang digunakan sebagai sampel penelitian yaitu 10 ekor sapi peranakan Limousin, 10 ekor sapi peranakan Simmental dan 10 ekor sapi Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan (bangsa sapi) dan 10 kali ulangan (individu sapi). Parameter yang diamati yaitu suhu rektal, frekuensi pernafasan, denyut nadi dan heat tolerance coefficient (HTC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pernafasan paling rendah pada sapi Bali (17.1-19.6 kali/menit) dan paling tinggi pada sapi peranakan Limousin (34.7-37.6 kali/menit), frekuensi denyut nadi lebih rendah pada sapi Bali (61.4-62.4 kali/menit) jika dibandingkan peranakan Limousin dan Simental (67.2-68.7 kali/menit) sedangkan suhu rektal hampir tidak ada perbedaan pada ketiga jenis sapi kecuali di Desa Lemo dengan kisaran 37.7-37.93 °C. Nilai HTC pada sapi peranakan Simmental lebih tinggi (2.49-2.63) dibandingkan sapi Bali (1.71-1.83). Kesimpulan penelitian ini adalah jenis sapi potong berpengaruh terhadap frekuensi pernafasan, denyut nadi dan HTC namun relatif tidak berpengaruh terhadap suhu rektal kecuali di Desa Lemo.

Article Details

How to Cite
Hermawansyah, H., Syamsidar, S., Fattah, A. H., Khaeruddin, K., Nurfiana, R., & Budianto, R. (2024). Respon Fisiologis Berbagai Bangsa Sapi Potong di Kecamatan Kajuara Kabupaten Bone. Tarjih Tropical Livestock Journal, 4(1), 23–31. https://doi.org/10.47030/trolija.v4i1.778
Section
Articles

References

Abduch, N.G., Pires, B.V., Souza, L.L., Vicentini, R.R., Zadra, L.E.F., Fragomeni, B.O., Silva, R.M., Baldi, F., Paz, C.C., & Stafuzza, N.B. (2022). Effect of thermal stress on thermoregulation, hematological and hormonal characteristics of Caracu beef cattle. Animals, 12(24), 3473.

Adhianto, K., Siswanto, S., & Nindya Kesuma, C. (2015). Pengaruh frekuensi penyiraman air menggunakan sprinkler terhadap respon fisiologis dan pertumbuhan sapi peranakan Simmental. Buletin Peternakan, 39(2), 109-115.

Adhitia, F., Qisthon, A., Husni, A., & Hartono, M. (2022). Respons fisiologis dan daya tahan sapi peranakan Ongole dan sapi Brahman cross terhadap cekaman panas di KPT Maju Sejahtera Tanjung Sari Lampung Selatan. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan, 6(3), 300-304.

Amiano, K., Satata, B., & Imanuel, R. (2018). Status fisiologis ternak sapi bali (Bos sondaicus) betina yang dipelihara pada lahan gambut. Jurnal Agri Peat, 19(2), 94-101.

Astuti, A., Erwanto, E., & Santosa, P.E. (2015). Pengaruh cara pemberian konsentrat-hijauan terhadap respon fisiologis dan performa sapi peranakan Simmental. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 3(4), 201-207.

Endrawati, E., & Utami, S. (2022). Status fisiologis sapi Bali dewasa pada pemeliharaan di bawah naungan pohon kelapa. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 15(2), 741-744.

Frandson, R.D. (1996). Anatomi dan Fisiologi Ternak. Edisi ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Frans, H. J., Datta, F. U., & Simarmata, Y. T. R. (2020). Deskripsi parameter fisiologis normal ternak sapi Bali (Bos sondaicus) di Desa Pukdale Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Jurnal Veteriner Nusantara, 3(2), 120-129.

Hansen, P.J. (2004). Physiological and celluler adaptations of Zebu cattle to thermal stress. Animal Reproduction Science, 82, 349-360.

Hastang, H & Asnawi, A. (2014). Analisis keuntungan peternak sapi potong berbasis peternakan rakyat di Kabupaten Bone. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 1(3), 240-252.

Hermawansyah, H., Salido, W.L., Khaeruddin, K., Syamsuryadi, B., Fattah, A.H., Nuraliah, S., Jannah, R., Mangalisu, A., Armayanti, A.K., Luthfi, N., Nisfimawardah, L., & Tribudi, Y.A. (2024). Manajemen Ternak Sapi Potong. Bandung: Indie Press.

Hermawansyah, H., Syamsuryadi, B., & Mutmainna, I. (2021). Physiological response and production ability of beef cattle raised based on different altitudes in Sinjai Regency. Jurnal Ternak, 12(2), 41-48.

Kadzere, C.T., Murphy, M.R., Silanikove, N., & Maltz, E. (2002). Heat stress in lactating dairy cows: a review. Livestock Production Science, 77, 59–91.

Luthfi, N., Susanti, I., Nuraliah, S., Faradila, S., Suryani, H.F., Salido, W.L., Armayanti, A.K., & Prima, A. (2024). Pengantar Peternakan. Jambi: PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Mullick, D. N., Murty V. N. & Kehar N. D. (2002). Seasonal variation in the feed and water intake of cattle. Journal of Animal Science, 11, 43.

Nuriyasa, I. M., Dewi, G. A. M. K., & Budiari, N. L. G. (2015). Indeks kelembaban suhu dan respon fisiologi sapi bali yang dipelihara secara feed lot pada ketinggian berbeda. Majalah Ilmiah Peternakan, 18(1), 164207.

Nursita, I. W., & Cholis, N. (2023). The difference in heat tolerance coefficient and sweating tate between Bos sondaicus and Bos taurus bulls. In: Developing Modern Livestock Production in Tropical Countries. CRC Press.

Pribadi, L. W., Suhardiani, R. A., Hidjaz, T., Ashari, M., Poerwoto, H., & Andriati, R. (2021). Physiological respons of Bali and simbal cattles on the thermal environtment of lowland and highland areas in Lombok Island. Jurnal Biologi Tropis, 21(3), 648-661.

Przysucha, T., Slosarz, J., Golebiewski, M., & Kunowska, M. (2013). Comparison of calving course of Limousine purebreds and their crossbreeds with Polish Holstein- Friesian cows. Journal Animal Science, 52, 167-171.

Putra, T. D., Panjono, P., Bintara, S., Widayati, D. T., Baliarti, E., & Putra, B. (2021). Characteristics of skin coat as well as the physiological status of F1 crossing Bali (Bos sondaicus) x Angus (Bos taurus) for early identification of adaptability in tropical environment. MOJ Ecology & Environmental Science, 6(3), 82-86.

Qisthon, A., & Hartono, M. (2019). Respons fisiologis dan ketahanan panas kambing boerawa dan peranakan Ettawa pada modifikasi iklim mikro kandang melalui pengkabutan. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 7(1), 206-211.

Rahadian, R. R. (2017). Hubungan tekanan panas dengan denyut nadi pekerja pada area kerja BRF di PT X. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 6(2), 285-294.

Rahmi, N., Ridwan, M., & Nurlaelah, S. (2017). Proyeksi populasi ternak sapi potong di Kabupaten Bone dalam pencapaian target RPJMD Kabupaten Bone. Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan, 13(2), 101-108.

Riajaya, P. D., Kadarwati, F. T., & Djumali, D. (2015). Potensi sumber daya iklim di Kabupaten Bone untuk pengembangan tanaman tebu. Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri, 7(1), 28-44.

Sejian, V., Bhatta, R., Gaughan, J. B., Dunshea, F. R., & Lacetera, N. (2018). Adaptation of animals to heat stress. Animal, 12(s2), s431-s444.

Suharsono, S. (2008). Bionomika Ternak. Bandung: Widya Padjajaran.

Suherman, D., Purwanto, B. P., Manalu, W., & Permana, I. G. (2013). Model penentuan suhu kritis pada sapi perah berdasarkan kemampuan produksi dan manajemen pakan. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 8(2), 121-138.

Yani, A. B. P. P., & Purwanto, B. P. (2006). Pengaruh iklim mikro terhadap respons fisiologis sapi peranakan Fries Holland dan modifikasi lingkungan untuk meningkatkan produktivitasnya (ulasan). Media Peternakan, 29(1).