Pengaruh Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L.) dalam Pakan terhadap Histomorfometri Usus Halus Ayam Buras
Main Article Content
Abstract
Histomorfometri merupakan suatu metode pengukuran yang dilakukan pada sel dan jaringan usus halus segmen duodenum, jejenum dan ileum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performa vili usus halus adalah dengan memanfaatkan pakan alternatif seperti daun pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun pepaya (Carica papaya L.) dalam pakan terhadap histomorfometri usus halus. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, di antaranya P0 (100% komersil), P1 (100% pakan komersil + 2% tepung pepaya), P2 (100% pakan komersil + 4% tepung daun pepaya), P3 (100% pakan komersil + 6% tepung daun pepaya) dan P4 (100% pakan komersil + 8% tepung daun pepaya). Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah tinggi vili, lebar apikal vili, lebar basal vili dan kedalaman kripta. Analisis data yang digunakan adalah analysis of variance (ANOVA) dan uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung daun pepaya 2% dalam pakan memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap histomorfometri usus halus bagian duodenum, jejenum dan ileum.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Dwijayanti, B., Rahmi, E., Balqis, U., Fitriani, F., Masyitha, D., Aliza, D., & Akmal, M. (2021). Histologi, histomorfometri, dan histokimia usus ayam buras (Gallus gallus domesticus) Selama periode sebelum dan setelah menetas. Jurnal Agripet, 21(2), 128–40.
Fard, S.H., Toghyani, M., & Tabeidian, S.A. (2014). Effect of oyster mushroom wastes on performance, immune responses and intestinal morphology of broiler chickens. International Journal of Recycling of Organic Waste in Agriculture, 3(4), 141–46.
Hamzah, M. H. (2019). Pengaruh Pemberian Tepung Daun Pepaya dalam Ransum Pakan Ayam Buras terhadap Bobot Ayam Buras. Skripsi. Kediri: Fakultas Peternakan- Prodi Peternakan. Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Haris, M. I., Mayulu, H., & Suyadi, S. (2022). Nutrient, phytochemical, and digestibility evaluation of papaya leaves (Carica papaya L.) as an alternative feedstuff for ruminants. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 32(1), 87-98.
Iji, P. A., Hughes, R. J., Tivey, D. R., & Choet, M. (2001). Intestinal structure and function of broiler chickens on wheat-based diets supplemented with a microbial enzyme. Asian-Australasian Journal of Animal Sciences, 14(1), 54–60.
Itza-Ortiz, M., Segura-Correa, J., Parra-Suescún, J., Aguilar-Urquizo, E., & Escobar-Gordillo, N. (2019). Correlation between body weight and intestinal villi morphology in finishing pigs. Acta Universitaria, 29.
Kamaruddin, M., & Salim, S. (2009). Pengaruh pemberian air perasan daun pepaya pada ayam : Respon patofisiologik hepar. Journal Sain Veteriner, 20(1), 37 – 43.
Krishna, K. L., Paridhavi, M., & Patel, J. A. (2008). Review on nutritional, medicinal and pharmacological properties of papaya. Indian Journal of Natural Products and Resources, 7(4), 364–73.
Nurhidayat, N. (2020). Histomorfometri Organ Usus Ayam Kampung Unggulan Balitban (KUB) yang Disuplementasi Jamu Herbal. Skripsi. Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Sabry, M. I. E., & El-Ghany, W. A. A. (2021). A mathematical model for calculating intestinal villus surface area in broiler chickens. International Journal of Veterinary Science, 10(4), 317-322.
Sari, M. N., Wahyuni, S., Jalaluddin, M., & Masyitha, D. (2016). Aspergillus niger dalam ransum terhadap histomorfometri vili usus halus ayam kampung (Gallus domesticus). Jurnal Medika Veterinaria, 10, 115–19.
Sun, X. (2004). Broiler Performance and intestinal alteration when feed drug-free diets. Poultry Science, 84(8), 1294–1302.
Taryu, T. (2005). Pemberian Benalu Teh (Scurrula oortiana) pada Ayam Petelur: Gambaran Histopatologi Organ Hati dan Ginjal. Skripsi. Bogor: Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor.
Theodore, V. J., Wangko, S., & Kalangi, S. J. R. (2017). Gambaran histologik usus halus pada hewan uji coba selama 24 jam postmortem. Jurnal e-Biomedik, 5(1).