Respon Hematologi Sel Darah Putih (Eosinofil) pada Sapi Bali yang Terinfestasi Cacing

Main Article Content

Aminurrahman Aminurrahman
Ryan Aryadin Putra
I Gede Nano Septian
Rezki Amalyadi
Khairil Anwar
I Wayan Lanus Sumadiasa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah eosinofil pada sapi Bali yang terinfestasi cacing. Tiga puluh sapi Bali digunakan dalam penelitian ini diperiksa jumlah telur cacing dengan metode sedimentasi dan metode apung dan jumlah eosinofil dengan metode differensial leukosit dan data ini diuji menggunakan t-Test dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kondisi badan sapi Bali yang terinfestasi cacing trematoda (3,1±1,19) dengan terinfestasi cacing nematoda (2,9±1,66) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah eosinofil (103/μl) sapi bali yang terinfestasi cacing trematoda (14,5±7,93 ) dengan terinfestas cacing nematoda(14,2±5,57) tidak berbeda nyata (P>0,05). Jumlah telur cacing (egg/g feses) pada sapi yang terinfestasi cacing nematoda (19,4±14,34) sangat berbeda nyata terhadap jumlah telur cacing pada sapi yang terinfestasi cacing trematoda (4,4±4,47) (P<0,01). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi trematoda tidak mempengaruhi kondisi badan sapi Bali. Sedangkan jumlah telur cacing dan jumlah eosinofil yang terinfeksi nematoda mempengaruhi kondisi badan sapi Bali.

Article Details

How to Cite
Aminurrahman, A., Putra, R. A., Septian, I. G. N., Amalyadi, R., Anwar, K., & Sumadiasa , I. W. L. (2025). Respon Hematologi Sel Darah Putih (Eosinofil) pada Sapi Bali yang Terinfestasi Cacing . Tarjih Tropical Livestock Journal, 5(2), 116–124. https://doi.org/10.47030/trolija.v5i2.996
Section
Articles

References

Aminurrahman, A., Amalyadi, R., Septian, I. G. N., & Putra, R. A. (2025). Performance of body condition score (BCS) and physiological parameters of Etawa crossbred goats under intensive and semi-intensive rearing systems. Bulletin of Applied Animal Research, 7(2), 131-138.

Aminurrahman, A., Priyanto, R., & Jakaria, J. (2021). Evaluasi ukuran-ukuran tubuh pada sapi Belgian Blue, peranakan Ongole dan silangannya. Jurnal Agripet, 21(1).

Andung, F. L., Suwiti, N. K., Kendran. A. A. S. (2018). Agranulosit bibit sapi Bali pada berbagai umur di Nusa Penida. Buletin Veteriner Udayana, 10(1), 76-80.

Badan Pusat Statistik. (2010). Pekanbaru dalam Angka 2010. Pekanbaru: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Pekanbaru dan Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru.

Balqis, U. (2007). Purifikasi dan Karakterisasi Protease dari Ekskretori/Sekretori Stadium L3 Ascaridia galli dan Pengaruhnya Terhadap Pertahanan dan Gambaran Histopatologi Usus ayam. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Baratawidjaja, K. G., & Rengganis, I. (2012). Imunologi Dasar. Edisi ke 10. Jakarta: Badan Penerbit Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.

Candra, A. A., Zairiful, Z., & Hasanah, A. N. (2023). Tingkat kejadian kecacingan pada sapi potong di peternakan rakyat Kecamatan Seputih Raman. Jurnal Peternakan Terapan, 5(1), 1-9.

Handayani, P., Santosa, P. E., & Siswanto, S. (2015). Tingkat infestasi cacing saluran pencernaan pada sapi bali di Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu, 3(3), 127-133.

Heraini, D., & Subhi, I.M.M. (2024). Prevalensi parasit cacing pada feses sapi potong di Desa Teluk Nangka Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Peternakan, 21(2), 265-272.

Malau-Aduli, A. E. O., Curran, J., Gall, H., Henriksen, E., O’Connor, A., Paine, L., Richardson, B., van Sliedregt, H., & Smith, L. (2022). Genetics and nutrition impacts on herd productivity in the Northern Australian beef cattle production cycle. Veterinary and Animal Science, 15, 100228.

Nezar, M. R. (2014). Jenis Cacing pada Feses Sapi di TPA Jatibarang dan KTT Sidomulyo Desa Nongkosawit Semarang. Skripsi. Semarang: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang.

Nofyan, E., Kamal, M., & Rosdiana, I. (2010). Identitas jenis telur cacing parasit usus pada ternak sapi (Bos sp) dan kerbau (Bubalus sp) di rumah potong hewan Palembang. Jurnal Penelitian Sains, 10(6).

Nuriyasa, I. M. (2017). Buku Ajar: Lingkungan dan Produktivitas Ternak. Denpasar: Universitas Udayana.

Parvathi, J., & Aruna, K. (2012). Succinate dehydrogenase and eosonophils as biomarkers of hymenolepiasis. CIBTech Journal of Zoology, 1(1), 8-13.

Ramadhan, H. S., Maradon, G. G., Candra, A. A., Pertiwi, V. R., Habsari, I. K., Usman, N. A., & Putri, D. D. (2024). Infeksi parasit Trematoda pada Saluran gastrointestinal sapi potong di peternakan rakyat Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Peternakan Terapan, 6(2), 71-78.

Rosita, E., Permana, I. G., Toharmat, T., & Despal, D. (2015). Kondisi fisiologis, profil darah dan status mineral pada induk dan anak kambing peranakan Etawah (PE). Buletin Ilmu Makanan Ternak, 13(1).

Tizard, I. R. (2004). Veterinary Immunology: An Introduction. 6thed. Pennsylvania, USA: W.B. Saunders.

Wandira, I. A., Sadia, I. N., Dohi, M., & Karni, I., Aminurrahman, A., Pertiwi, E. A., Nurjanah, L. L., & Saedi, R. (2025). Qualitative traits and body condition score (BCS) of buffaloes in Mount Sangiang. Jurnal Biologi Tropis, 25(3), 4190-4196.

Wirawan, R., & Silman, E. (2000). Pemeriksaan Laboratorium Hematologic Sederhana, 2nd ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Zalizar, L. (2017). Helminthiasis saluran cerna pada sapi perah. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(2), 1-7.