Karakteristik dan Kandungan Unsur Hara Nitrogen Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Urin Sapi

Main Article Content

Nur Azisyah Imran
Muhammad Nur Hidayat
Rusny Rusny

Abstract

Pengolahan urin sapi menjadi pupuk organik salah satu upaya untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan menghasilkan pupuk organik cair sumber nitrogen yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan unsur hara nitrogen pada pupuk organik cair dibuat dari urin sapi dan dikombinasikan dengan limbah pertanian. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan pada peneltian ini meliputi P0 (2 L urin sapi+10 mL EM4+60 ml molases),  P1 (2 l urin sapi+10 ml EM4+60 ml molases+250 g sabut kelapa), P2 (2 l urin sapi+10 ml EM4+60 ml molases+250 g sabut kelapa+250 g limbah sayur kubis dan P3 (2 l urin sapi+10 ml EM4+60 ml molases+250 g sabut kelapa +250 g limbah sayur kubis+250 g batang pisang). Hasil sidik  ragam  menunjukkan perlakuan tidak signifikan (P>0,05) terhadap kandungan unsur hara nitrogen pupuk  organik  cair. Rataan kandungan nitrogen pupuk organik cair berada pada kisaran 0,65% sampai 0,71%. Pengolahan urin sapi sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair yang dikombinasikan limbah pertanian belum memberikan perbedaan yang siginifikan secara statistik dengan tanpa penambahan limbah pertanian.

Article Details

How to Cite
Imran, N. A. ., Hidayat, M. N., & Rusny, R. (2025). Karakteristik dan Kandungan Unsur Hara Nitrogen Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Urin Sapi . Tarjih Tropical Livestock Journal, 5(2), 100–106. https://doi.org/10.47030/trolija.v5i2.997
Section
Articles

References

Aliya, H., Maskalah, N., Numrapi, T., Buana, A. P., & Hasri, Y. N. (2016). Pemanfaatan asam laktat hasil fermentasi limbah kubis sebagai pengawet anggur dan stroberi. Bioedukasi, 9(1), 23–28.

Azis, A., & Nurmi, N. (2023). Pemanfaatan Pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah pada pertanaman kacang tanah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian, 2(2), 166–1731.

Budiyani, N., Soniari, N., & Sutari, N. (2016). Analisis kualitas larutan mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 5(1), 63–72.

Chaniago, N., Safruddin, S., & Kuyrniawan, D. (2017). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill) terhadap pemberian pupuk kandang sapi dan fermentasi urin sapi. Penelitian Pertanian Bernas, 13(1), 23–29.

Choirunnisa, J. P., Haim, K., Duru, L. R., & Namur, V. (2024). Implementasi Pertanian Berkelanjutan melalui Pembuatan Pupuk Organik Cair di Karot, Kabupaten Manggarai. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 10, 297–304.

Fadilah, U., Wijaya, I. M. M., & Antara, N. S. (2018). Pengaruh pH awal media dan lama fermentasi pada proes produksi etanol dari hidrolisa tepung biji nangka dengan menggunakan Saccharomycess cerevisiae. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Agroindustri, 6(2), 92–102.

Hani, A., Geraldine, P., Hani, A., & Geraldine, P. (2016). Pengaruh jarak tanam dan pemberian pupuk cair urin kambing terhadap pertumbuhan awal Manglid (Magnolia champaca L . Baill .Ex Pierre). Jurnal Wasian, 3(2), 51–58.

Hartatik, W., Husnain, H., & Widowati, L. R. (2015). Peranan pupuk organik dalam peningkatan produktivitas tanah dan tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan, 107–120.

Hermawan, D., Lestari, W., Sepriani, Y., & Saragih, S. H. Y. (2023). Analisis unsur hara makro N , P , K dan Mg pupuk organik cair dari bahan batang dan kulit buah pisang. Jurnal Mahasiswa Agroteknologi (JMATEK), 4(2), 64–73.

Irawan, R., Intansari, K., Delvia Meisani, N., Patimah, T., & Atabany, A. (2020). Pemanfaatan urine domba dalam pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati. Pusat Inovasi Masyarakat, 2, 101–105.

Kamaliyah, S. N., & Wahyuni, R. D. (2023). level EM4 dan molases terhadap kualitas pupuk cair organik urin sapi. Ilmiah Peternakan Terpadu, 11(3), 190–200.

Lestari, S. U., Mutryarny, E., & Susi, N. (2019). Uji komposisi kimia kompos Azolla mycrophylla dan pupuk organik cair (POC) Azolla mycrophylla. Jurnal Ilmiah Pertanian, 15(2), 121–127.

Mappanganro, R., Kiramang, K., & Kurniawan, M. D. (2019). Pemberian pupuk organik cair (urin sapi) terhadap tinggi Pennisetum purpureum cv. Mott. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 4(1), 23–31.

Naulandari, M., Kurniatuhadi, R., & Rahmawati, R. (2023). Bakteri asam laktat yang diisolasi dari rebung bambu apus (Gigantochloa apus) yang difermentasi. Life Science, 12(1), 18–31.

Putri, Z. P., Lestari, D. I., Putri, R. E. D., & Sari, D. A. (2025). Pengaruh jenis substrat terhadap karakteristik pupuk organik cair (POC): Analisis pH dan tinggi endapan. Jurnal Teknologi Kimia Unimal, 14(1), 98–110.

Rinaldi, S. H., Kurnani, T. B. A., & Sudiarto, B. (2015). The influence of comparative treatment between dairy cattle farm waste and cabbage (Brassica oleracea) waste in making liquid organic on the N, P and K. Students E-Journal, 4(3).

Suhesy, S., & Adriani, A. (2014). Pengaruh probiotik dan Trichorderma terhadap hara pupuk kandang yang berasal dari feses sapi dan kambing. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 17(2), 45–53.

Trivana, L., & Prdhana, A. Y. (2017). Pemanfaatan sabut kelapa sebagai sumber kalium organik. Warta Penelitianan dan Pengembangan Tanaman Industri, 23(1), 1–4.

Yanti, I., & Kusuma, Y. R. (2022). Effect of water content in soil on C-organic levels and soil acidity (pH). Indonesian Journal of Chemical Research, 6(2), 92–97.

Zaini, H., Fachraniah, F., Zaimahwati, Z., & Yunus, M. (2018). Pelatihan pembuatan pupuk kalium cair dari sabut kelapa untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman hortikultura di desa mesjid punteut kecamatan blang mangat kota Lhokseumawe. Jurnal Vokasi, 2(1), 1–11.