Pengaruh Feses Sapi dan Ayam terhadap Pertumbuhan Tanaman Indigofera zollingeriana

Main Article Content

A Angga Renaldy
Maryam Maryam
Herni Herni

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan Indifogera zollingeriana yang diberi perlakuan pupuk limbah feses sapi dan feses ayam. Penelitian ini menggunakan 15 bibit Indigofera zollingeriana umur 2 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 5 ulangan terdiri dari: P0 = media tanah, abu, dan sekam, P1 = feses sapi, tanah, abu dan sekam, P2 = feses ayam, tanah, abu dan sekam.  Parameter yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tangkai dan jumlah daun pada waktu perlakuan 0, 14, 28, 42 dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian feses sapi dan ayam tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter batang, jumlah tangkai dan jumlah daun. Pada umur 56 hari setelah tanam diperoleh data tinggi tanaman 81-93 cm, diameter batang 7,54-8,2 cm, jumlah tangkai 42-46, dan jumlah daun 161-307 helai. Penggunaan feses sapi cenderung memberikan respon pertumbuhan yang lebih baik karena feses sapi menyediakan nutrisi esensial yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal.

Article Details

How to Cite
Renaldy, A. A., Maryam, M., & Herni, H. (2026). Pengaruh Feses Sapi dan Ayam terhadap Pertumbuhan Tanaman Indigofera zollingeriana . Tarjih Tropical Livestock Journal, 6(1), 61–69. https://doi.org/10.47030/trolija.v6i1.1037
Section
Articles

References

Abdullah, L., Budhie, D. D. S., & Lubis, A. D. (2011). Pengaruh aplikasi urin kambing dan pupuk cair organik komersial terhadap beberapa parameter agronomi pada tanaman pakan Indigofera Sp. Pastura. Journal of Tropical Forage Science, 1(1), 5–8.

Abdullah, L., & Suharlina. (2010). Herbage yield and quality of two vegetative parts of indigofera at different times of first regrowth defoliation. Media Peternakan, 33(1), 44–49.

Anakoda, T. U. J., & Hambakodu, M. (2022). Pengaruh pemberian pupuk bokashi feses sapi Sumba Ongole terhadap produktivitas Indigofera zollingeriana. Jurnal Peternakan Sabana, 1(3), 110-117.

Banurea, D. P., Abdullah, L., & Kumalasari, N. R. (2017). Evaluasi produksi biomassa dan karakteristik tajuk Indigofera zollingeriana pada jarak tanam yang berbeda. Buletin Makanan Ternak, 104(2), 1-11.

Hambakodu, M., Pangestu, E., & Achmadi, J. (2019). Substitusi rumput gajah dengan rumput laut coklat (Sargassum polycys-tum) terhadap produk metabolisme rumen dan kecernaan nutrien secara in vitro. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 29(1), 37–45.

Hermanto, H., Agustina, S. D., Sumini, S., & Laksono, J. (2023). Pertumbuhan dan kualitas nutrisi Indigofera zollingeriana pada tanah marjinanl dan inokulum mikorizasebagai pakan ternak kerbau rawa. Jurnal Agrotech, 13(1), 46-51.

Huda, A. M., Budiastuti, M. T., & Purnomo, D. (2022). Respons pertumbuhan tanaman Indigofera (Indigofera tinctoria L.) terhadap pemberian pupuk oganik dalam sistem agroforestry. Prosiding Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis ke-46 UNS Tahun, pp. 840-847

Imban, S., Rumambi, A., & Malalantang, S. S. (2017). Pengaruh pemamfaatan bokashi feses sapi terhadap pertumbuhan sorgun varietas kawali. Jurnal Zootek, 37(1), 80-87.

Jesus, E., Witariadi, N., & Wirawan, I. (2022). Pertumbuhan dan hasil tanaman Indigofera zollingeriana yang dipupuk dengan kotoran sapi Limousin pada dosis berbeda. Journal of Tropical Animal Science, 10(1), 120–131.

Jua, S. U. M., & Sudarma, I. M. A. (2022). Pengaruh pemberian pupuk bokashi ekskreta ayam broiler dan daun Chromolaena odorata dengan level berbeda pada pertumbuhan awal tanaman turi. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian. Vol. 3, No. 1, pp. 424-433.

Kaborang, Z. M. U., & Hambakodu, M. (2022). Pengaruh pemberian pupuk bokasi feses kuda sandlewood terhadap produktivitas Indigofera zollingeriana. Jurnal Peternakan Sabana, 1(3), 118-125.

Lakitan, B. (2001). Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Rajawali Press.

Nirawati, N., Mirnawati, M., Hadija, H., & Hajar, H. (2023). Optimasi diversifikasi olahan tanaman indigofera sebagai pakan lokal berprotein tinggi di Kabupaten Maros. Prosiding Seminar Nasional Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Vol. 4, pp. 510-519.

Novizan, N. (2005). Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Rahayu, M., Samanhudi, S., & Wartoyo, W. (2012). Uji adaptasi beberapa varietas sorgum manis di lahan kering wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 27(1), 53-62.

Raihan, H. S. (2000). Pemupukan NPK dan ameliorasi lahan kering sulfat masam berdasarkan nilai uji tanah untuk tanaman jagung. Jurnal Ilmu Pertanian, 9(1), 20-28.

Tresia, G. E., & Saenab, A. (2020). Respon pertumbuhan indigofera (Indigofera zollingeriana) yang diberikan pupuk kotoran kelinci dan biochar. Jurnal Sains dan Teknologi Peternakan, 2(1), 19-26.

Utami, Y., Suyitman, A. R., & Edwin, T. (2023). Kombinasi media tanam berbeda terhadap pertumbuhan Indigofera zollingeriana. Jurnal Peternakan Indonesia. 25(2), 240–245.

Wantania, D. I., Rumambi, A., & Kaunang, W. B. (2018). Pemanfaatan bokashi feses sapi terhadap produktivitas ratun sorgum varietas kawali. Jurnal Zootek, 38(1), 9-16.

Wiryono, W. (2006). Pengaruh pemberian seresah dan cacing tanah terhadap pertumbuhan tanaman lamtoro (Leucaena leucocephala Lam de Wit) dan turi (Sesbania grandiflora) pada media tanam tanah bekas penambangan batu bara. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 8(1), 50-55.